Kadudampit (KEMENAG)
Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Kadudampit berkolaborasi dengan mahasiswa UMN melaksanakan kalibrasi arah kiblat di 25 rumah warga Kampung Cikahuripan, Desa Kadudampit, Kecamatan Kadudampit, Rabu (2/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bentuk sinergi lintas generasi dan lembaga dalam memberikan edukasi keagamaan sekaligus membantu masyarakat memastikan ketepatan arah kiblat di rumah masing-masing.
Kegiatan tersebut melibatkan lima Penyuluh Agama Islam KUA Kadudampit, yakni H. Kusnadi, Sri Indrayanti, Aang MJ, Isam Syamsudin, dan Dede Dabigi, bersama mahasiswa UMN. Kolaborasi ini menjadi ruang bagi Penyuluh dan mahasiswa untuk bersama-sama memberikan pelayanan dan edukasi keagamaan secara langsung kepada masyarakat.
Kalibrasi arah kiblat dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan ketepatan arah salat masyarakat. Dalam praktiknya, masih terdapat rumah warga yang menentukan arah kiblat berdasarkan arah bangunan atau perkiraan. Melalui kegiatan tersebut, warga mendapatkan pendampingan secara langsung untuk mengetahui arah kiblat yang lebih tepat.
Dalam pelaksanaannya, tim gabungan menggunakan beberapa metode untuk menentukan dan memvalidasi arah kiblat, di antaranya kompas kiblat digital, aplikasi kiblat pada telepon pintar, serta metode bayang-bayang matahari atau Rashdul Qiblah. Penggunaan beberapa metode tersebut menjadi bagian dari proses edukasi agar masyarakat memahami bahwa penentuan arah kiblat dapat dilakukan dengan memanfaatkan berbagai metode yang tepat.
Setiap rumah yang telah dilakukan kalibrasi diberikan penanda berupa stiker “Arah Kiblat Telah Dikalibrasi KUA Kadudampit & UMN” sebagai informasi bahwa arah kiblat rumah tersebut telah mendapatkan pendampingan dan pengukuran dari tim.
Penyuluh Agama Islam KUA Kadudampit, H. Kusnadi, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk dakwah bil hal yang menghadirkan manfaat keagamaan secara langsung di tengah masyarakat.
“Ini merupakan dakwah bil hal. Kami hadir untuk membantu masyarakat memastikan arah kiblat di rumah mereka lebih tepat, sehingga ibadah salat dapat dilaksanakan dengan lebih tenang dan khusyuk. Kami juga mengapresiasi keterlibatan mahasiswa UMN yang ikut turun langsung bersama Penyuluh. Kolaborasi seperti ini menunjukkan bahwa syiar Islam dapat diperkuat melalui kerja sama lintas generasi dan lintas lembaga,” ungkap H. Kusnadi.
Keterlibatan mahasiswa UMN dalam kegiatan tersebut juga menjadi pengalaman untuk mengimplementasikan pengetahuan secara langsung di tengah masyarakat. Sementara bagi KUA Kadudampit, kolaborasi ini memperkuat peran Penyuluh Agama Islam dalam menghadirkan edukasi keagamaan yang aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan warga.
Kolaborasi antara KUA Kadudampit, mahasiswa UMN, dan masyarakat tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan dalam berbagai kegiatan pembinaan keagamaan. Melalui sinergi lintas generasi dan lintas lembaga, syiar Islam tidak hanya disampaikan melalui penyuluhan, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kontributor: KUA Kadudampit
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







