Ciracap (KEMENAG)
Pernikahan bukan hanya tentang membangun kehidupan bersama pasangan, tetapi juga tentang menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan tempat keluarga tumbuh. Semangat tersebut diwujudkan KUA Kecamatan Ciracap melalui program PEPELING (Pengantin Peduli Lingkungan).
Melalui PEPELING, calon pengantin dan pengantin diajak menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari kebiasaan baik dalam kehidupan keluarga. Salah satunya melalui kegiatan menanam dan merawat pohon sebagai bentuk sederhana kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menanamkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari keluarga. Kebiasaan sederhana seperti menanam, merawat tanaman, menjaga kebersihan, serta mengurangi perilaku yang dapat merusak lingkungan diharapkan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Kepala KUA Kecamatan Ciracap, H. Sulaeman Jamal, S.Ag., mengatakan bahwa PEPELING merupakan ikhtiar untuk memperluas makna pembinaan perkawinan.
“Keluarga yang baik tidak hanya membangun hubungan yang harmonis di dalam rumah, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan di sekitarnya. Karena itu, PEPELING kami dorong sebagai bagian dari pembiasaan nilai kepedulian sejak awal membangun keluarga,” ujarnya.
Menurutnya, menanam pohon dapat menjadi simbol sederhana dari proses kehidupan berkeluarga. Pohon membutuhkan waktu untuk tumbuh, dirawat, dan dijaga agar dapat memberikan manfaat. Demikian pula keluarga membutuhkan perhatian, kesabaran, dan komitmen agar tumbuh menjadi keluarga yang kuat dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
PEPELING juga menjadi bagian dari upaya KUA Ciracap mengintegrasikan nilai-nilai kepedulian lingkungan ke dalam pelayanan dan pembinaan perkawinan. Pesan yang dibangun adalah bahwa membangun keluarga tidak hanya berkaitan dengan kehidupan di dalam rumah, tetapi juga dengan kepedulian terhadap lingkungan tempat keluarga tumbuh dan menjalani kehidupan.
Melalui program tersebut, KUA Ciracap berharap kepedulian terhadap lingkungan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi kebiasaan positif yang diterapkan dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. Dengan demikian, keluarga yang dibangun diharapkan tidak hanya harmonis, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan.
Kontributor: KUA Ciracap
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







