Sukabumi (Kemenag)
Kepala Subdirektorat Bina Penyuluh Agama Islam Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, Dr. H. Jamaluddin M. Marki, Lc., M.Si., mendorong para Penyuluh Agama Islam untuk terus meningkatkan peran dakwah dan mengoptimalkan pemanfaatan media sosial sebagai sarana edukasi serta syiar keagamaan. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan pada kegiatan Peningkatan Kapasitas Penyuluh Agama Islam untuk Ketahanan Keluarga yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Al-Ma’tuq, Kabupaten Sukabumi, Kamis (18/6/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Jamaluddin menyampaikan apresiasi atas antusiasme dan komitmen para Penyuluh Agama Islam dari Kabupaten dan Kota Sukabumi yang mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas tersebut. Menurutnya, penyuluh agama memiliki posisi strategis sebagai ujung tombak Kementerian Agama dalam memberikan bimbingan, penerangan, dan pendampingan keagamaan kepada masyarakat.
“Para penyuluh adalah representasi Kementerian Agama yang hadir langsung di tengah masyarakat. Karena itu, peran mereka sangat penting dalam memberikan edukasi keagamaan, membangun ketahanan keluarga, serta menjaga harmoni sosial di lingkungan masing-masing,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa di era digital saat ini, aktivitas kepenyuluhan tidak cukup hanya dilakukan secara tatap muka. Penyuluh juga perlu mendokumentasikan dan mempublikasikan berbagai kegiatan pembinaan melalui media sosial agar pesan-pesan keagamaan dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas.
Menurutnya, media digital harus dimanfaatkan secara bijak, profesional, dan bertanggung jawab sebagai instrumen dakwah, pendidikan, serta penguatan moderasi beragama. Kehadiran penyuluh di ruang digital menjadi penting untuk menghadirkan konten-konten yang edukatif, inspiratif, dan menyejukkan di tengah derasnya arus informasi.
Dr. Jamaluddin juga memberikan apresiasi terhadap kinerja Penyuluh Agama Islam di Kabupaten dan Kota Sukabumi. Ia menilai para penyuluh memiliki kompetensi dan dedikasi yang baik dalam melaksanakan tugas pembinaan masyarakat. Kondisi wilayah yang relatif kondusif dan minim konflik sosial keagamaan menjadi salah satu indikator keberhasilan peran penyuluh dalam menjaga kerukunan umat.
“Keberhasilan menjaga kerukunan dan ketahanan masyarakat tidak terlepas dari peran aktif para penyuluh yang terus hadir di tengah umat, memberikan pencerahan, pendampingan, serta solusi atas berbagai persoalan keagamaan dan sosial kemasyarakatan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan peningkatan kapasitas ini, para Penyuluh Agama Islam diharapkan semakin profesional, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu mengoptimalkan peran dakwah baik di ruang nyata maupun ruang digital guna mendukung terwujudnya masyarakat yang harmonis, religius, dan berketahanan.
Kontributor: IPARI
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







