Ciawi (KEMENAG)
Penyuluh Agama Islam Kabupaten Sukabumi mengikuti sesi talkshow dalam rangka Muharam Islamic Literacy Festival (MILFEST) 1448 H pada Kamis (30/7/2026) yang mengangkat tema “Kebijakan Penguatan dan Pengawasan Literasi Keagamaan Islam di Indonesia”. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia di Unit Percetakan Al-Qur’an (UPQ) Ciawi, Kabupaten Bogor, menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem literasi keagamaan Islam yang moderat, kredibel, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.
Dalam sesi tersebut, para penyuluh mengikuti pemaparan dari Dr. H. Arsyad Hidayat, Lc., M.A., Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais) Kementerian Agama RI. Ia menyampaikan pentingnya penguatan dan pengawasan literasi keagamaan Islam agar masyarakat mampu memahami ajaran agama secara utuh, bijaksana, serta tetap berpegang pada nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin.
Dr. H. Arsyad Hidayat menjelaskan bahwa literasi keagamaan Islam tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan memahami khazanah keislaman, tetapi juga menjadi sarana membangun karakter masyarakat yang mampu menyikapi keberagaman secara arif dan bertanggung jawab. Di tengah perkembangan era digital, penguatan literasi keagamaan perlu berjalan seiring dengan upaya memastikan informasi keagamaan yang berkembang di masyarakat tetap valid dan membawa kemaslahatan.
Penyuluh Agama Islam Kabupaten Sukabumi yang mengikuti kegiatan tersebut yaitu Ani Rikazah Haris, S.E.Sy. (Kecamatan Cicantayan), Arie Risma Hikmawati, S.H.I. (Kecamatan Cicantayan), Hikmah Yati Abdullah, S.S.I. (Kecamatan Cicantayan), Abdul Aziz, S.Sy. (Kecamatan Cicantayan), Fitriyah Gentik Sulastri, S.H., Ummu Kultsum, S.H. (Kecamatan Caringin), serta Shofiyullah, S.Ud. (Kecamatan Parakansalak).
Salah seorang penyuluh peserta kegiatan menyampaikan bahwa talkshow tersebut memberikan wawasan penting mengenai peran penyuluh dalam memperkuat literasi keagamaan di tengah masyarakat.
“Penguatan literasi keagamaan menjadi bekal penting bagi penyuluh agar mampu memberikan edukasi yang tepat kepada masyarakat, khususnya dalam menghadapi derasnya arus informasi keagamaan di ruang digital. Penyuluh harus terus meningkatkan kapasitas agar pesan-pesan Islam yang disampaikan semakin mencerahkan dan membawa kemaslahatan,” ungkapnya.
Keikutsertaan Penyuluh Agama Islam Kabupaten Sukabumi dalam MILFEST 1448 H menjadi bagian dari komitmen untuk terus meningkatkan kompetensi, memperluas wawasan, serta memperkuat peran strategis penyuluh sebagai garda terdepan Kementerian Agama dalam memberikan pembinaan keagamaan yang edukatif, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Kontributor: IPARI
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







