Ciracap (KEMENAG)
Komitmen Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Ciracap dalam menyukseskan Indonesia Berkiblat: Gerakan Nasional 1.448K Rashdul Qiblat terus diwujudkan melalui kolaborasi dengan para tokoh agama. Sebagai tindak lanjut Rapat Koordinasi dan Sosialisasi yang diselenggarakan KUA Kecamatan Ciracap pada 2 Juli 2026, KH. Badrudin menyosialisasikan gerakan nasional tersebut kepada para jamaah dalam kegiatan Majelis Manaqiban yang digelar di Kampung Ciputat, Desa Cikangkung, Kecamatan Ciracap, Kamis (2/7/2026) malam.
KH. Badrudin yang juga merupakan Pimpinan Majelis Manaqib, Ketua MWC NU Kecamatan Ciracap, Ketua Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kecamatan Ciracap, serta Kepala MI Al-Barokah, memanfaatkan forum keagamaan tersebut untuk mengajak masyarakat memahami pentingnya memastikan ketepatan arah kiblat sebagai bagian dari penyempurnaan pelaksanaan ibadah.
Sosialisasi ini merupakan implementasi nyata dari hasil rapat koordinasi yang diinisiasi KUA Kecamatan Ciracap. Melalui forum-forum keagamaan, para peserta rakor didorong menjadi agen edukasi dengan menyampaikan informasi kepada masyarakat sesuai dengan peran dan lingkungannya masing-masing.
Dalam tausiyahnya, KH. Badrudin mengajak jamaah memanfaatkan momentum Rashdul Qiblat untuk melakukan pengecekan arah kiblat di rumah, masjid, musala, maupun tempat ibadah lainnya.
“Mari kita jadikan momentum Rashdul Qiblat sebagai ikhtiar bersama untuk memastikan arah kiblat yang kita gunakan dalam beribadah benar-benar tepat. Mulailah dari rumah masing-masing, kemudian masjid, musala, dan tempat ibadah lainnya. Insyaallah, ikhtiar ini menjadi bagian dari penyempurnaan kualitas ibadah kita,” ujar KH. Badrudin.
Kepala KUA Kecamatan Ciracap mengapresiasi keterlibatan aktif para tokoh agama dalam mendukung program Indonesia Berkiblat. Menurutnya, peran ulama dan pemimpin lembaga keagamaan sangat strategis dalam memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat sehingga pesan-pesan pembinaan keagamaan dapat tersampaikan secara efektif melalui majelis taklim, pengajian, maupun forum keagamaan lainnya.
Pemanfaatan Majelis Manaqiban sebagai media sosialisasi menjadi bukti bahwa hasil rapat koordinasi KUA tidak berhenti pada tataran perencanaan, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Sinergi antara KUA, tokoh agama, organisasi keagamaan, dan lembaga pendidikan diharapkan mampu memperkuat kesadaran umat untuk memastikan ketepatan arah kiblat sebagai bagian dari peningkatan kualitas pelayanan dan kehidupan keagamaan.
Melalui kolaborasi yang terus dibangun, KUA Kecamatan Ciracap optimistis Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat akan semakin dikenal luas dan mendapat dukungan aktif dari masyarakat, sehingga tujuan menghadirkan arah kiblat yang tepat di rumah, masjid, musala, dan tempat ibadah lainnya dapat terwujud secara berkelanjutan.
Kontributor: KUA Ciracap
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







