Lembursitu (KEMENAG)
Ketua Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Kabupaten Sukabumi, H. Asep Akmal, memberikan pembekalan kepada 22 penghulu dan 16 penyuluh agama usai mengikuti Pengambilan Sumpah/Janji Jabatan Fungsional di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi, Selasa (23/6/2026).
Pembekalan tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas dan profesionalisme pejabat fungsional dalam menjalankan tugas pelayanan keagamaan kepada masyarakat. Dalam arahannya, H. Asep Akmal mengajak para penghulu dan penyuluh untuk membangun sinergi yang kuat dalam melaksanakan tugas pembinaan umat dan pelayanan keagamaan.
Menurutnya, penghulu dan penyuluh merupakan dua profesi yang memiliki peran strategis dan saling melengkapi. Kolaborasi yang baik antara keduanya akan mendukung terwujudnya keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah serta memperkuat pembinaan kehidupan beragama di tengah masyarakat.
“Penghulu dan penyuluh adalah mitra strategis dalam pelayanan keagamaan. Bangun komunikasi yang baik, saling mendukung, dan saling menguatkan agar program-program pembinaan masyarakat dapat berjalan lebih optimal,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, H. Asep Akmal juga mengingatkan pentingnya menjaga etika, kepribadian, dan keteladanan sebagai aparatur Kementerian Agama yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Menurutnya, penghulu dan penyuluh tidak hanya dituntut memiliki kompetensi dan pengetahuan yang memadai, tetapi juga harus mampu menjadi teladan dalam sikap dan perilaku.
Ia mengutip peribahasa Sunda, “Kudu hadé gogog, hadé tagog, hadé omong bari hadé lampah.” Peribahasa tersebut mengandung makna bahwa seseorang harus memiliki tutur kata yang baik, sikap yang santun, serta konsisten antara ucapan dan perbuatannya.
“Sebagai penghulu dan penyuluh, kita harus mampu menjaga akhlak, etika, dan integritas. Apa yang disampaikan kepada masyarakat harus sejalan dengan perilaku yang kita tunjukkan. Keteladanan adalah bagian penting dari tugas pelayanan dan pembinaan umat,” tegasnya.
Selain itu, Ketua APRI juga menekankan pentingnya menjaga penampilan sebagai bagian dari profesionalisme ASN. Penampilan yang rapi, bersih, dan berwibawa dinilai dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan Kementerian Agama.
“Penampilan yang baik bukan untuk menunjukkan kemewahan, tetapi sebagai bentuk penghormatan kepada masyarakat dan cerminan kesiapan kita dalam memberikan pelayanan,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia mengajak para pejabat fungsional yang baru diambil sumpahnya untuk terus meningkatkan kompetensi, memperluas wawasan, serta mampu beradaptasi dengan dinamika masyarakat yang beragam di Kabupaten Sukabumi.
Melalui pembekalan tersebut, para penghulu dan penyuluh diharapkan semakin siap menjalankan amanah jabatan dengan penuh tanggung jawab, menjaga marwah institusi, serta memberikan pelayanan keagamaan yang profesional, humanis, dan berdampak bagi masyarakat.
Kontributor: Tim Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







