Ciracap (KEMENAG)
Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Kasi Bimas Islam) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi, H. Maman Hidayat, M.Ag., M.Si., memberikan pembinaan kepada jajaran pegawai KUA Ciracap, Kamis (17/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di KUA Ciracap tersebut menjadi bagian dari penguatan pelaksanaan tugas, koordinasi, dan budaya kerja dalam mendukung layanan keagamaan kepada masyarakat.
Dalam pembinaan tersebut, H. Maman Hidayat mengajak jajaran KUA Ciracap untuk menjadikan pelaksanaan tugas sebagai ruang untuk terus belajar, berkoordinasi, dan memperbaiki kualitas kerja. Menurutnya, tugas di KUA tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis dan ketertiban administrasi, tetapi juga sikap, komunikasi, dedikasi, serta tanggung jawab dalam menjalankan peran masing-masing.
Ia menekankan pentingnya membangun hubungan kerja melalui nilai ta’aruf, tafahum, ta’awun, dan takaful. Ta’aruf dimaknai sebagai upaya saling mengenal, tafahum sebagai sikap saling memahami, ta’awun sebagai kesediaan untuk saling membantu, sedangkan takaful menguatkan kepedulian dan tanggung jawab bersama. Nilai-nilai tersebut perlu diwujudkan dalam komunikasi, koordinasi, dan pelaksanaan pekerjaan sehari-hari.
Menurut H. Maman Hidayat, penguatan nilai tersebut perlu berjalan seiring dengan kejelasan struktur kerja. Struktur memberikan pemahaman mengenai tugas, fungsi, kewenangan, dan tanggung jawab, sedangkan budaya kerja tercermin melalui kedisiplinan, ketelitian, dedikasi, keterbukaan untuk belajar, kesediaan menerima arahan, serta kepedulian terhadap pekerjaan bersama.
“Budaya kerja harus terlihat dalam perilaku dan pekerjaan sehari-hari. Saling mengenal, saling memahami, saling membantu, dan saling menjaga harus diwujudkan dalam pelaksanaan tugas,” demikian pokok arahan H. Maman Hidayat. Ia juga mengingatkan agar setiap persoalan yang muncul dikomunikasikan dan dikoordinasikan sehingga dapat diselesaikan dengan baik dan tidak menghambat pelaksanaan tugas maupun layanan kepada masyarakat.
Kepala KUA Ciracap, H. Sulaeman Jamal, menyampaikan bahwa pembinaan tersebut menjadi momentum untuk melakukan evaluasi internal sekaligus memperkuat kesadaran pegawai terhadap tugas dan tanggung jawab masing-masing. “Pembinaan ini menjadi pengingat bagi kami untuk terus memperbaiki cara kerja. Setiap pegawai perlu memahami tugasnya, meningkatkan wawasan, terbuka untuk belajar, dan saling mendukung agar pekerjaan dapat dilaksanakan dengan lebih tertib dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa arahan dan evaluasi perlu diterjemahkan ke dalam tindakan nyata dalam pelaksanaan pekerjaan. Hal tersebut antara lain dilakukan dengan berani bertanya ketika belum memahami tugas, segera memperbaiki kekeliruan, serta membangun komunikasi dan koordinasi dengan rekan kerja maupun pimpinan.
Melalui pembinaan tersebut, jajaran KUA Ciracap diharapkan semakin memahami kontribusi masing-masing dalam mendukung pelaksanaan tugas kelembagaan. Nilai ta’aruf, tafahum, ta’awun, dan takaful diharapkan tidak berhenti sebagai pesan dalam pembinaan, tetapi menjadi bagian dari perilaku kerja sehari-hari sehingga sinergi antara struktur dan budaya kerja dapat terus diperkuat dalam memberikan layanan keagamaan kepada masyarakat.
Kontributor: KUA Ciracap
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







