Kadudampit (KEMENAG)
Guru Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) memiliki peran strategis sebagai mata rantai yang menjaga keberlangsungan peradaban Islam melalui pendidikan. Hal tersebut disampaikan Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi, H. Henda, M.Ag., saat mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi membuka kegiatan Training of Trainers (TOT) Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) bagi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) jenjang TK, SD, dan SMP Tahun 2026 di Lembaga Pendidikan Darusyfa Al Fitroh (YASPIDA), Rabu (1/7/2026).
Dalam arahannya, H. Henda menegaskan bahwa peningkatan kemampuan Baca Tulis Al-Qur’an tidak boleh dipandang hanya sebagai pembelajaran teknis membaca teks Al-Qur’an. Lebih dari itu, pembelajaran Al-Qur’an harus mampu mengantarkan peserta didik memahami serta mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari.
“Kegiatan TOT BTQ ini bukan sekadar mengajarkan bagaimana membaca teks Al-Qur’an, tetapi bagaimana pesan-pesan Al-Qur’an dapat dipahami dan diimplementasikan dalam kehidupan. Literasi Al-Qur’an menjadi fondasi penting dalam membangun ketaatan umat beragama,” ujarnya.
Menurut H. Henda, tantangan pendidikan saat ini berada pada era disrupsi, ketika anak-anak semakin akrab dengan teknologi digital, tetapi belum tentu memiliki kedekatan yang sama terhadap nilai-nilai Al-Qur’an. Oleh karena itu, guru PAI memiliki tanggung jawab besar untuk membangun literasi Qur’ani sebagai bekal moral dan spiritual generasi muda.
Ia mengibaratkan guru BTQ sebagai mata rantai peradaban yang menjaga kesinambungan ilmu Al-Qur’an dari satu generasi ke generasi berikutnya. Menurutnya, sejarah telah membuktikan bahwa peradaban Islam tetap bertahan berkat para ulama dan guru yang terus mengajarkan Al-Qur’an meskipun menghadapi berbagai tantangan zaman.
“Jika insinyur membangun jalan dan ekonom membangun sistem perekonomian, maka guru BTQ membangun peradaban. Dari tangan para guru inilah akan lahir generasi terbaik yang mencintai Al-Qur’an dan menjadikan ajarannya sebagai pedoman hidup,” ungkapnya.
H. Henda juga mengajak para peserta TOT untuk menjadi agen perubahan dengan mendiseminasikan ilmu yang diperoleh kepada guru-guru PAI lainnya di wilayah masing-masing. Ia mengibaratkan proses tersebut seperti lilin yang menyalakan lilin-lilin lainnya sehingga cahaya ilmu terus menyebar dan memberikan manfaat yang luas.
“Ilmu yang diajarkan kepada orang lain akan menjadi amal jariah yang terus mengalir. Karena itu, manfaatkan kesempatan ini untuk terus belajar, berbagi, dan membangun generasi Qur’ani di Kabupaten Sukabumi,” pesannya.
Ia juga berharap sinergi antara Kementerian Agama dan Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi terus diperkuat dalam meningkatkan kualitas literasi Al-Qur’an di sekolah. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam membangun pendidikan agama yang inklusif, berdampak, dan mampu melahirkan generasi yang beriman, berakhlak mulia, serta siap menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai Al-Qur’an.
Kontributor: Tim Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







