Jampangkulon (KEMENAG)
Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Jampangkulon terus berkomitmen memberikan pembekalan komprehensif bagi masyarakat yang hendak mengarungi bahtera rumah tangga. Langkah nyata tersebut diwujudkan melalui gelaran Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi Calon Pengantin, dengan fokus pendalaman materi yang sangat krusial, yakni Literasi Keuangan Keluarga. Melalui program ini, KUA Jampangkulon berupaya mematangkan kesiapan finansial para calon pasangan agar mampu meminimalisasi potensi konflik domestik setelah menikah.
Kepala KUA Kecamatan Jampangkulon, H. Darwan, menegaskan bahwa kesiapan mental dan spiritual saja tidak cukup tanpa dibarengi dengan manajemen domestik yang matang, termasuk dalam hal ekonomi. Ia menjelaskan bahwa KUA memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan setiap pasangan pengantin baru memiliki bekal yang cukup dalam mengelola ketahanan keluarga secara menyeluruh.
“Ketahanan ekonomi adalah salah satu pilar utama dalam mewujudkan keluarga yang kokoh. Banyak dinamika rumah tangga yang bersumber dari pengelolaan keuangan yang kurang tepat. Oleh karena itu, KUA Jampangkulon menghadirkan materi literasi keuangan ini sebagai langkah preventif. Kami ingin para calon pengantin paham bahwa keterbukaan, kerja sama, dan perencanaan keuangan yang bijak sejak awal pernikahan adalah kunci untuk menghindari konflik ekonomi di masa depan,” ujar H. Darwan.
Materi penting tersebut disampaikan langsung oleh Ai Maisaroh, S.Ag., seorang Penyuluh Agama Islam sekaligus Fasilitator Terbimtek Literasi Keuangan Keluarga KUA Jampangkulon. Di hadapan para peserta, ia memberikan pembekalan mendalam mengenai pentingnya tata kelola keuangan sejak hari pertama pascapernikahan. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa keberhasilan sebuah rumah tangga tidak melulu ditentukan oleh besarnya penghasilan yang diperoleh, melainkan dari sejauh mana kemampuan pasangan dalam mengelola keuangan secara bijak, transparan, dan bertanggung jawab.
Selama sesi bimbingan, para peserta diajak secara interaktif untuk memahami cara menyusun anggaran belanja rumah tangga, membedakan antara kebutuhan mendasar dan keinginan sesaat, membangun kebiasaan menabung, serta mengelola utang secara sehat. Ia juga menggarisbawahi pentingnya komunikasi yang terbuka antara suami dan istri dalam setiap pengambilan keputusan keuangan, agar rezeki yang diamanahkan oleh Allah SWT dapat mendatangkan keberkahan.
Kegiatan yang diinisiasi oleh KUA Jampangkulon ini berlangsung secara dinamis dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta. Banyak calon pengantin memanfaatkan momentum ini untuk aktif berdiskusi dan berbagi pandangan mengenai tantangan finansial yang akan mereka hadapi. Melalui pembekalan intensif ini, KUA Jampangkulon berharap para peserta dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat guna mewujudkan keluarga yang mandiri, sejahtera, serta sakinah, mawaddah, wa rahmah.
Kontributor: KUA Jampangkulon
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







