Cicantayan (KEMENAG)
Pemerintah Kecamatan Cicantayan kembali menggelar Pengajian Majelis Taklim Aparatur pada Senin, 27 Juli 2026, sebagai bagian dari pembinaan mental dan spiritual aparatur. Kegiatan yang diikuti oleh unsur aparatur kecamatan dan berbagai instansi terkait ini bertujuan memperkuat etos kerja, integritas, serta nilai-nilai keislaman dalam pelaksanaan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Cicantayan, Yudi Haryadi, S.Ag., M.Si., hadir sebagai pemateri. Dalam kajiannya, ia mengangkat tema pentingnya membangun karakter aparatur yang bijaksana, penuh pertimbangan, dan tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan.
Mengawali penyampaian materi, Yudi Haryadi mengutip ungkapan para ulama, “Al-‘ajalatu minasy syaithan wat ta’anni minar rahman” yang bermakna, “Tergesa-gesa berasal dari godaan setan, sedangkan sikap tenang dan penuh pertimbangan merupakan bimbingan dari Allah Yang Maha Pengasih.” Menurutnya, Islam mengajarkan prinsip at-ta’anni atau kehati-hatian sebagai karakter seorang mukmin, terutama dalam menghadapi persoalan yang membutuhkan pertimbangan matang agar keputusan yang diambil membawa kemaslahatan.
Selain itu, ia menjelaskan bahwa terdapat beberapa perkara yang justru dianjurkan untuk disegerakan, yaitu memuliakan tamu, mengurus jenazah, menikahkan seseorang yang telah memenuhi syarat, melunasi utang ketika mampu, serta segera bertaubat kepada Allah Swt. Nilai-nilai tersebut menjadi pedoman bagi aparatur agar mampu menempatkan sikap bijaksana dan sigap secara proporsional dalam menjalankan amanah.
“Keseimbangan antara ketelitian dalam mengambil keputusan dan kesigapan dalam melaksanakan kebaikan merupakan karakter yang harus dimiliki setiap aparatur. Pelayanan publik memang dituntut cepat, tetapi tetap harus mengedepankan kecermatan, profesionalisme, integritas, dan akuntabilitas agar setiap kebijakan dan pelayanan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Yudi Haryadi.
Melalui Majelis Taklim Aparatur ini, diharapkan nilai-nilai keislaman tidak hanya dipahami sebagai materi kajian, tetapi juga menjadi budaya kerja yang melekat dalam kehidupan aparatur. Dengan demikian, seluruh ASN dan pegawai di lingkungan Kecamatan Cicantayan diharapkan mampu menghadirkan pelayanan publik yang humanis, responsif, berintegritas, serta selaras dengan nilai-nilai moderasi beragama dan semangat reformasi birokrasi Kementerian Agama.
Kontributor: KUA Cicantayan
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







