Warungkiara (KEMENAG)
Kabar membanggakan datang dari Pondok Pesantren Modern Assalam Putri, pada Rabu (24/6/2026). Sebanyak 16 santri dari 132 lulusan Kelas VI Tarbiyatul Mu’allimat Al-Islamiyah (TMI) atau Kelas XII Madrasah Aliyah (MA) Assalam Darul Faizah Angkatan XXVI Tahun Ajaran 2025/2026 berhasil diterima di Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir.
Informasi tersebut disampaikan Direktur Pendidikan dan Pengajaran Pondok Pesantren Modern Assalam Putri, Aramdhan Kodrat Permana, M.Ag., pada kegiatan Tasyakur Kelulusan atau Haflah Takhrij Santri Kelas VI TMI Tahun Ajaran 2025/2026.
Dalam kesempatan tersebut, Aramdhan menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas prestasi yang diraih para santri. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses pendidikan, pembinaan, serta kesungguhan para santri dalam menempuh pendidikan di lingkungan pesantren.
“Alhamdulillah, dari 132 santri yang lulus tahun ini, sebanyak 16 orang diterima di Universitas Al-Azhar Kairo tahun 2026. Ini merupakan capaian yang patut disyukuri dan menjadi motivasi bagi adik-adik kelas untuk terus berprestasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa para santri yang diterima di Al-Azhar akan langsung melanjutkan pendidikan ke Mesir. Hal ini berbeda dengan mayoritas lulusan Assalam yang biasanya menjalani masa pengabdian selama satu tahun setelah menyelesaikan pendidikan di pesantren.
“Tradisi di Assalam, setelah lulus santri menjalani masa pengabdian selama satu tahun. Namun, khusus bagi yang diterima di Al-Azhar, mereka melanjutkan kuliah terlebih dahulu, sedangkan masa pengabdiannya akan dilaksanakan setelahnya,” jelasnya.
Sementara itu, lulusan yang tidak melanjutkan studi ke luar negeri akan ditempatkan di berbagai lokasi pengabdian, baik di lingkungan Pondok Pesantren Assalam maupun di lembaga pendidikan dan keagamaan lainnya yang telah ditentukan.
Terkait pembiayaan pendidikan, Aramdhan menerangkan bahwa para mahasiswa yang diterima di Universitas Al-Azhar memperoleh fasilitas pendidikan tanpa biaya kuliah. Adapun biaya keberangkatan, akomodasi, dan kebutuhan hidup selama menempuh studi menjadi tanggung jawab masing-masing mahasiswa.
“Di Al-Azhar, biaya pendidikan tidak dipungut. Namun, biaya keberangkatan dan kebutuhan lainnya tetap menjadi tanggung jawab masing-masing santri,” terangnya.
Menutup sambutannya, ia berpesan agar para lulusan senantiasa menjaga nilai-nilai keislaman dan menjadikan ilmu yang diperoleh sebagai sarana memberikan manfaat bagi umat.
“Mudah-mudahan ananda semua menjadi santri yang senantiasa bermanfaat bagi umat. Itu yang paling utama,” pesannya.
Keberhasilan 16 santri Assalam Putri menembus salah satu perguruan tinggi Islam tertua dan terkemuka di dunia tersebut semakin menegaskan kontribusi pesantren dalam mencetak generasi unggul yang berdaya saing global, berakhlak mulia, serta tetap berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman dan semangat pengabdian kepada masyarakat.
Kontributor: Pesantren Putri Assalam
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







