Caringin (HUMAS Kabupaten Sukabumi)
Seksi pendidikan madrasah melaksanakan kegiatan verifikasi lapangan dalam rangka persiapan akreditasi perpustakaan sekolah di Madrasah Tsanawiyah Satu Atap Muslimun Al-Muhsiniyah, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan dan pendampingan terhadap madrasah binaan dalam meningkatkan kualitas pengelolaan perpustakaan sebagai pusat sumber belajar.Rabu(29/10/2025).
Verifikasi dilakukan oleh tim dari Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Kabupaten Sukabumi untuk memastikan kesiapan dokumen administrasi, kelengkapan sarana-prasarana, dan penerapan standar layanan sesuai pedoman akreditasi perpustakaan madrasah. Tim verifikator meninjau langsung kondisi ruang perpustakaan, koleksi buku, sistem katalog, serta tata kelola layanan yang menjadi indikator penilaian.
Selain itu, tim juga memberikan bimbingan teknis dan masukan agar perpustakaan dapat memenuhi seluruh kriteria penilaian akreditasi dengan baik. Kepala Perpustakaan MTs Satu Atap Muslimun Al-Muhsiniyah menyampaikan bahwa pihaknya tengah mempersiapkan berbagai program inovatif untuk mendukung budaya literasi di lingkungan madrasah.
Beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan di antaranya Jelajah Literasi Anak, Ruang Diskusi dan Berbagi Gagasan, Pelatihan Keterampilan Digital, Sudut Baca Komunitas, serta Pameran Buku. “Program-program ini kami rancang agar perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga ruang inspirasi dan pengembangan kreativitas bagi peserta didik. Kami ingin menciptakan suasana literasi yang hidup dan menyenangkan,” ujar Kepala Perpustakaan.
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Kabupaten Sukabumi, Haji Maman Hidayat, mengapresiasi langkah madrasah dalam mengembangkan konsep perpustakaan yang dinamis dan berbasis kegiatan literasi. Menurutnya, perpustakaan madrasah memiliki peran strategis dalam menumbuhkan budaya baca, keterampilan berpikir kritis, dan kemampuan literasi digital di kalangan pelajar.
“Verifikasi ini tidak semata-mata untuk akreditasi, tetapi juga untuk memastikan bahwa perpustakaan madrasah benar-benar menjadi pusat pembelajaran yang aktif dan inklusif,” ujarnya. Beliau juga menambahkan bahwa Kementerian Agama terus mendorong madrasah untuk berinovasi dalam pengelolaan perpustakaan, termasuk melalui digitalisasi koleksi, kegiatan literasi terpadu, dan peningkatan kompetensi pustakawan madrasah.
Dengan adanya verifikasi lapangan ini, diharapkan MTs Satu Atap Muslimun Al-Muhsiniyah semakin siap menghadapi proses akreditasi serta mampu menjadi model madrasah yang unggul dalam mengembangkan budaya literasi dan pengelolaan perpustakaan berbasis kreativitas dan teknologi digital.







