Warungkiara (KEMENAG)
Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Warungkiara, Faiz Al Makki, S.E., melaksanakan kegiatan penyuluhan keagamaan bersama jamaah Majelis Taklim Nurul Hikmah di Desa Bojongkerta, Kecamatan Warungkiara, Senin (5/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Masjid Nurul Hikmah mulai pukul 15.30 WIB tersebut diikuti masyarakat dan jamaah majelis taklim setempat.
Dalam kegiatan tersebut, Faiz menyampaikan materi moderasi beragama dengan mengajak jamaah memahami pentingnya sikap beragama yang seimbang, toleran, dan menghargai perbedaan. Materi diarahkan agar pemahaman keagamaan dapat diterapkan secara bijaksana dalam kehidupan bermasyarakat serta turut menjaga kerukunan di lingkungan sekitar.
Selain moderasi beragama, penyuluhan juga diisi dengan pembelajaran fikih menggunakan kitab Safinatun Najah. Materi tersebut menjadi ruang bagi jamaah untuk memperdalam dasar-dasar ilmu fikih yang berkaitan dengan pelaksanaan ibadah sehari-hari. Penyampaian dilakukan secara interaktif sehingga jamaah dapat mengikuti materi sekaligus mendiskusikan hal-hal yang berkaitan dengan praktik keagamaan.
“Moderasi beragama bukan berarti mengurangi keyakinan dalam menjalankan ajaran agama, tetapi bagaimana kita memahami dan mengamalkannya secara bijak, seimbang, serta tetap menghargai orang lain. Dengan pemahaman agama yang baik, kita dapat menjaga kerukunan dan menghadirkan suasana kehidupan yang harmonis,” ujar Faiz.
Pada kesempatan tersebut, Faiz juga mengajak jamaah untuk berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan Hari Santri Nasional yang akan diperingati pada 22 Oktober 2026. Menurutnya, momentum Hari Santri dapat menjadi ruang untuk memperkuat semangat keagamaan sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan GEMMAS (Gerakan Masyarakat Membaca Asmaul Husna). Jamaah bersama-sama membaca Asmaul Husna sebagai bagian dari pembiasaan amalan keagamaan sekaligus upaya mendekatkan diri kepada Allah Swt. Kegiatan tersebut menjadi pelengkap penyuluhan dengan menggabungkan pemahaman keagamaan dan pembiasaan ibadah.
Melalui kegiatan penyuluhan tersebut, KUA Kecamatan Warungkiara terus mendorong optimalisasi peran Penyuluh Agama Islam dalam memberikan edukasi keagamaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kehadiran penyuluh di tengah majelis taklim diharapkan dapat memperkuat pemahaman keagamaan, membangun sikap moderat, serta menjadikan majelis taklim sebagai ruang belajar dan penguatan nilai-nilai Islam di masyarakat.
Kontributor: KUA Warungkiara
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







