Sukalarang (KEMENAG)
Tim Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sukalarang melaksanakan sosialisasi Rashdul Kiblat, simulasi penentuan arah kiblat, serta pendampingan pendaftaran akun Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat di SMKN Sukalarang pada Rabu (15/7/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 09.30 WIB tersebut dilaksanakan di sela-sela rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan diikuti oleh para peserta didik baru.
Sosialisasi disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Sukalarang, yaitu Winda Novia Lestari, S.H., Enung Nurasiah, S.Pd.I., dan Rodi Billah, S.H. Dalam kegiatan tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai fenomena Rashdul Kiblat, yakni saat Matahari berada tepat di atas Ka’bah sehingga bayangan benda yang berdiri tegak lurus dapat digunakan sebagai acuan untuk memastikan arah kiblat secara akurat.
Selain penyampaian materi, para penyuluh juga mempraktikkan simulasi pengecekan arah kiblat serta mendampingi peserta dalam proses pendaftaran akun Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat. Pendampingan ini bertujuan agar para siswa dapat berpartisipasi secara aktif dalam gerakan nasional tersebut sekaligus memahami tata cara pelaksanaannya.
Dalam penyampaiannya, tim penyuluh menjelaskan bahwa fenomena Rashdul Kiblat merupakan contoh pembelajaran kontekstual yang dapat diintegrasikan dengan berbagai mata pelajaran. Pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), peserta didik dapat mempraktikkan secara langsung salah satu syarat sah salat, yaitu menghadap kiblat dengan pendekatan ilmu falak. Sementara pada mata pelajaran IPA atau Fisika, fenomena ini menjadi contoh penerapan konsep gerak semu Matahari, pembentukan bayangan, dan astronomi dasar. Dari sisi IPS dan Geografi, siswa dapat memahami koordinat bumi, letak astronomis, serta perbedaan zona waktu Indonesia dan Arab Saudi. Adapun dalam Matematika, fenomena ini dapat digunakan untuk mempelajari konsep geometri dalam menentukan sudut dan arah.
Kepala KUA Kecamatan Sukalarang, H. Jamaludin, menyampaikan bahwa pemanfaatan fenomena Rashdul Kiblat di lingkungan sekolah merupakan bentuk kolaborasi antara pendidikan dan layanan keagamaan yang memberikan manfaat nyata bagi peserta didik.
“Momentum Rashdul Kiblat menjadi media pembelajaran yang sangat baik karena menggabungkan nilai-nilai keagamaan dengan pendekatan ilmiah. Kami berharap para siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkan cara memastikan arah kiblat secara benar serta turut menyukseskan Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, KUA Kecamatan Sukalarang mengajak seluruh warga sekolah memanfaatkan momentum Rashdul Kiblat untuk bersama-sama memverifikasi arah kiblat musala sekolah maupun tempat ibadah lainnya. Dengan demikian, peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga semakin memahami pentingnya ketepatan arah kiblat sebagai bagian dari kesempurnaan ibadah.
Kontributor: KUA Sukalarang
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







