Sukalarang (KEMENAG)
Momentum Salat Jumat di Masjid Al-Jabbar Cimangkok, Kecamatan Sukalarang, berlangsung khidmat dan penuh makna, Jumat (28/8/2026). Bertindak sebagai imam sekaligus khatib, Penyuluh Agama Islam KUA Sukalarang, H. Ahmad Gunawan, Lc., M.A., mengajak jemaah merenungkan makna dua momentum besar yang berdekatan, yakni peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
H. Ahmad Gunawan yang juga merupakan pengurus DKM Al-Jabbar bidang Qismul Imaroh (Divisi Peribadatan) menyampaikan bahwa kedua momentum tersebut memiliki keterkaitan nilai yang kuat, yaitu tentang rahmat Allah SWT yang menjadi landasan kehidupan manusia dan bangsa.
Dalam khutbahnya, ia mengingatkan bahwa kemerdekaan Indonesia sebagaimana tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 merupakan anugerah yang patut disyukuri. Hal tersebut tercermin dalam pernyataan “Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa”. Sementara itu, kehadiran Rasulullah SAW juga merupakan rahmat bagi seluruh alam.
“Dalam momentum kemerdekaan bangsa kita, kita diingatkan bahwa kemerdekaan diraih atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa. Di sisi lain, risalah kenabian adalah manifestasi rahmat terbesar bagi semesta alam,” ujar H. Ahmad Gunawan dalam khutbahnya.
Ia kemudian mengutip firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surah Al-Anbiya ayat 107:
“Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam.”
Menurut H. Ahmad Gunawan, nilai-nilai yang dibawa Rasulullah SAW, seperti keadilan, kebebasan, persaudaraan, dan penghormatan terhadap kemanusiaan, memiliki relevansi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Nilai-nilai tersebut perlu terus dihidupkan agar kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai bebas dari penjajahan, tetapi juga sebagai kesempatan untuk membangun kehidupan yang adil, damai, dan bermartabat.
Ia menegaskan bahwa rahmat yang diajarkan Rasulullah SAW bukan sekadar simpati atau kepedulian dalam bentuk ucapan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi sesama.
“Rahmat Rasulullah SAW bukanlah sekadar simpati pasif. Rahmat harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang membebaskan dari kesulitan, menghadirkan kedamaian, serta memberikan kesejukan dan manfaat bagi sesama,” ungkapnya.
H. Ahmad Gunawan juga mengajak jemaah menjadikan momentum Maulid Nabi dan kemerdekaan sebagai sarana introspeksi. Kecintaan kepada Rasulullah SAW hendaknya diwujudkan dengan meneladani akhlak beliau, sementara rasa syukur atas kemerdekaan diwujudkan melalui kontribusi positif dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
Menurutnya, masyarakat memiliki peran dalam menjaga persatuan, menghormati perbedaan, membantu sesama, serta mengisi kemerdekaan dengan kegiatan yang membawa kemaslahatan. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat rahmatan lil ‘alamin yang diajarkan Rasulullah SAW.
Pelaksanaan khutbah Jumat tersebut menjadi bagian dari peran Penyuluh Agama Islam KUA Sukalarang dalam memberikan bimbingan dan pembinaan keagamaan kepada masyarakat. Melalui mimbar Jumat, penyuluh tidak hanya menyampaikan pesan keislaman, tetapi juga menguatkan nilai akhlak, persaudaraan, kepedulian sosial, dan kehidupan berbangsa.
Momentum Maulid Nabi yang berdekatan dengan peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia diharapkan menjadi pengingat bagi masyarakat untuk terus mensyukuri nikmat Allah SWT, meneladani Rasulullah SAW, serta mengisi kemerdekaan dengan perbuatan yang memberikan manfaat bagi agama, bangsa, dan sesama.
Kontributor: KUA Sukalarang
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







