Sagaranten (KEMENAG)
Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Sagaranten mengikuti Pengajian Syahriahan yang dilaksanakan di Masjid Jami’ Al-Mu’minun, Kampung Sukasari RT 04 RW 03, Desa Mekarsari, Kecamatan Sagaranten, Kamis (17/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti jamaah dari unsur ASN, tokoh agama, dan majelis taklim se-Kecamatan Sagaranten.
Pengajian Syahriahan merupakan kegiatan rutin bulanan yang menjadi bagian dari pembinaan umat di wilayah Kecamatan Sagaranten. Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman keagamaan sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, tema yang dibahas adalah “Keutamaan dan Hikmah Shalat Sunah”. Materi disampaikan oleh Ketua MUI Desa Mekarsari, KH. Hisyam, yang mengajak jamaah memahami kedudukan shalat sunah sebagai bagian dari amalan yang dapat melengkapi ibadah wajib.
Dalam tausiyahnya, KH. Hisyam menjelaskan bahwa shalat sunah memiliki beragam bentuk dan keutamaan. Di antaranya shalat rawatib yang mengiringi shalat wajib, shalat Dhuha, shalat Tahajud, shalat Hajat, serta shalat Witir. Jamaah diajak untuk tidak hanya menjaga pelaksanaan shalat wajib, tetapi juga membiasakan diri mengerjakan shalat sunah.
“Shalat sunah menjadi bagian dari amalan yang dapat menyempurnakan ibadah. Karena itu, mari kita membiasakan diri mengerjakannya sesuai kemampuan, seperti shalat rawatib, Dhuha, Tahajud, dan Witir,” jelas KH. Hisyam.
Kepala KUA Sagaranten, Hasim Munawar, menyampaikan bahwa kegiatan Syahriahan menjadi salah satu ruang pembinaan keagamaan yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat pemahaman dan pengamalan ajaran agama. “Pengajian Syahriahan menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam meningkatkan pemahaman keagamaan masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, kita berharap jamaah tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga terdorong untuk mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Menurut Hasim, keterlibatan Penyuluh Agama Islam dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan tugas pembinaan umat. Penyuluh dapat terus bersinergi dengan tokoh agama, majelis taklim, dan unsur masyarakat dalam menyampaikan edukasi keagamaan sesuai kebutuhan di wilayah kerja KUA.
Penyuluh Agama Islam KUA Sagaranten yang mengikuti kegiatan tersebut turut mengambil bagian dalam pembinaan dan penguatan kehidupan keagamaan masyarakat. Kehadiran Penyuluh menjadi bagian dari pelaksanaan tugas dalam memberikan edukasi, bimbingan, dan pendampingan keagamaan di tengah masyarakat.
Melalui Pengajian Syahriahan tersebut, jamaah diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga ibadah sekaligus meningkatkan kualitas pengamalannya. Bagi ASN dan masyarakat, pembiasaan ibadah diharapkan dapat berjalan seiring dengan kedisiplinan dan tanggung jawab dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Kontributor: KUA Sagaranten
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







