Ciracap (KEMENAG)
Penyuluh Agama Islam KUA Ciracap mengajak siswa SMK Al-Muhajirin, Cikangkung, untuk menjadi remaja yang sehat, kuat, dan berdaya bagi keluarga melalui program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS), Selasa (6/10/2026). Pembekalan diarahkan pada penguatan karakter, pergaulan sehat, serta kemampuan remaja dalam menentukan pilihan hidup secara bertanggung jawab.
Para penyuluh membuka ruang interaksi dengan siswa melalui penyampaian materi dan diskusi. Remaja diajak mengenali potensi diri, menjaga pergaulan, membangun pola pikir positif, serta memiliki keberanian untuk mengambil keputusan yang bertanggung jawab.
Penyuluh Agama Islam KUA Ciracap, M. Asnawi, Gilang Kurnia, Rini Ridiswati, Slamet Rusyadi, dan Upon Rusmawan, menekankan bahwa masa sekolah merupakan kesempatan penting untuk membangun bekal diri. Pendidikan, keterampilan, karakter, dan kemandirian menjadi bagian penting agar remaja tumbuh menjadi pribadi yang mampu memberikan kontribusi positif bagi keluarga dan lingkungan.
“Remaja perlu memanfaatkan masa sekolah untuk belajar dan mengembangkan potensi diri. Menjadi pribadi yang sehat, kuat, dan mandiri membutuhkan proses. Karena itu, jaga pergaulan, bangun kebiasaan yang baik, dan persiapkan diri agar kelak mampu menjalankan tanggung jawab dalam keluarga maupun di tengah masyarakat,” ujar salah seorang Penyuluh KUA Ciracap.
Pembahasan juga diarahkan pada pencegahan pernikahan anak. Siswa diajak memahami bahwa membangun keluarga membutuhkan kesiapan, sehingga masa remaja sebaiknya dimanfaatkan untuk belajar, bertumbuh, dan mempersiapkan diri. Penguatan terkait pencegahan pernikahan anak disampaikan pula oleh Kader Motekar DP3A KB Provinsi Jawa Barat, Santi Nopianti, S.Pd., melalui materi STOPAN (Stop Pernikahan Anak).
Penghulu KUA Ciracap, Komarudin, turut memberikan pesan tentang pentingnya kesiapan sebelum mengambil keputusan untuk menikah. Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Kepala SMK Al-Muhajirin, Reni, S.Pd.I., serta Kasi Trantib Kecamatan Ciracap H. Bahum dan Kepala Desa Cikangkung Sapudin yang turut hadir dalam kegiatan edukasi remaja.
Melalui BRUS, Penyuluh KUA Ciracap terus mendorong hadirnya ruang edukasi yang dekat dengan dunia remaja. Siswa diharapkan mampu menjaga diri, menyelesaikan pendidikan, mengembangkan potensi, serta mempersiapkan masa depan dengan lebih matang. Semangat tersebut dirangkum dalam pesan yang dekat dengan bahasa remaja: “Sekolah Yess, Nikah Muda No Way. Ijazah Dulu, Baru Ijab Sah.”
Kontributor: KUA Ciracap
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







