Cibadak (KEMENAG)
Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Cibadak, Apud Saepudin, melaksanakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan (Bimluh) di Majelis Taklim binaan Kampung Tugu, Desa Neglasari, Kecamatan Cibadak, Senin (29/6/2026).
Kegiatan tersebut diikuti oleh jamaah majelis taklim sebagai bagian dari pembinaan keagamaan rutin untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai sejarah dan keutamaan bulan Muharam, khususnya ibadah puasa Tasu’a dan Asyura.
Dalam penyampaiannya, Apud Saepudin menjelaskan bahwa puasa Asyura memiliki sejarah yang panjang. Sebelum masa kenabian, kaum Quraisy di Makkah telah terbiasa melaksanakan puasa pada 10 Muharam. Tradisi tersebut kemudian tetap dilaksanakan oleh Rasulullah SAW setelah hijrah ke Madinah.
Ia juga menjelaskan bahwa hari Asyura memiliki keterkaitan dengan peristiwa diselamatkannya Nabi Musa AS bersama Bani Israil dari kejaran Fir’aun di Laut Merah. Sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT, Nabi Musa AS berpuasa pada hari tersebut. Ketika Rasulullah SAW mengetahui hal itu, beliau juga berpuasa pada 10 Muharam dan menganjurkan umat Islam untuk melaksanakannya.
Lebih lanjut, Apud Saepudin menerangkan bahwa pada akhir hayatnya Rasulullah SAW menyatakan keinginan untuk berpuasa pada 9 Muharam pada tahun berikutnya agar umat Islam memiliki pembeda dari kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada 10 Muharam. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan melaksanakan puasa Tasu’a pada 9 Muharam dan puasa Asyura pada 10 Muharam.
Selain membahas ibadah puasa, peserta juga diberikan pemahaman mengenai Tragedi Karbala yang terjadi di Padang Karbala, Irak, pada 10 Muharam 61 Hijriah. Peristiwa tersebut merupakan konflik politik yang berawal dari penolakan Husein bin Ali untuk membaiat Yazid bin Muawiyah sebagai khalifah karena dinilai tidak memenuhi prinsip-prinsip kepemimpinan yang adil. Materi ini disampaikan sebagai bagian dari sejarah peradaban Islam agar jamaah memperoleh pemahaman yang utuh dan objektif mengenai berbagai peristiwa yang terjadi pada bulan Muharam.
Apud Saepudin mengajak jamaah untuk menjadikan bulan Muharam sebagai momentum meningkatkan kualitas ibadah dan memperkuat ketakwaan kepada Allah SWT.
“Puasa Tasu’a dan Asyura merupakan ibadah sunah yang memiliki keutamaan besar. Di samping itu, berbagai peristiwa sejarah yang terjadi pada bulan Muharam hendaknya menjadi pelajaran untuk memperkuat keimanan, menumbuhkan rasa syukur, serta meningkatkan semangat dalam beribadah dan berbuat kebaikan,” ujarnya.
Melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan tersebut, diharapkan masyarakat semakin memahami sejarah Islam secara utuh, mampu mengamalkan sunah Rasulullah SAW dengan baik, serta menjadikan bulan Muharam sebagai momentum memperkuat keimanan, memperbanyak amal saleh, dan menjaga persatuan dalam kehidupan bermasyarakat.
Kontributor: KUA Cibadak
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







