Ciracap (KEMENAG)
Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Ciracap terus mengintensifkan sosialisasi Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat sebagai tindak lanjut hasil Rapat Koordinasi KUA Ciracap. Salah satunya dilakukan oleh Penyuluh Agama Islam, Rini Ridiswati, melalui kegiatan sosialisasi kepada jamaah Majelis Taklim Al Hidayah Cirangkong, Desa Purwasedar, Kecamatan Ciracap, Jumat (3/7/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya akurasi arah kiblat sebagai bagian dari penyempurnaan pelaksanaan ibadah salat. Dalam penyampaiannya, Rini Ridiswati menjelaskan bahwa Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat merupakan ikhtiar Kementerian Agama untuk mengedukasi masyarakat agar dapat memastikan arah kiblat secara tepat melalui pemanfaatan fenomena astronomi Rashdul Kiblat atau Istiwa A’zham, yaitu saat matahari berada tepat di atas Ka’bah.
Menurutnya, fenomena tersebut menjadi momentum yang sangat baik untuk melakukan verifikasi arah kiblat masjid, musala, rumah tinggal, maupun tempat ibadah lainnya dengan cara yang mudah, ilmiah, dan akurat.
Selain memberikan pemahaman mengenai program tersebut, Rini juga mengajak seluruh jamaah untuk berpartisipasi aktif dalam Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat dengan melakukan pendaftaran melalui akun yang telah disediakan Kementerian Agama. Namun, proses registrasi belum dapat dilaksanakan pada kesempatan itu karena sebagian besar jamaah tidak membawa telepon genggam.
“Pendampingan pembuatan akun akan kami lanjutkan pada pertemuan berikutnya. Yang terpenting, masyarakat terlebih dahulu memahami tujuan program ini serta mengetahui pentingnya momentum Rashdul Kiblat untuk memastikan arah kiblat secara benar,” jelasnya.
Kepala KUA Kecamatan Ciracap, Sulaeman Jamal, memberikan apresiasi atas langkah proaktif para Penyuluh Agama Islam yang terus menggaungkan Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat melalui berbagai forum pembinaan keagamaan di masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan program ini tidak semata-mata diukur dari banyaknya akun yang terdaftar, tetapi juga dari meningkatnya pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya akurasi arah kiblat dalam pelaksanaan ibadah.
“Kami mengapresiasi seluruh penyuluh yang terus bergerak menyosialisasikan program ini. Semakin luas masyarakat memahami pentingnya ketepatan arah kiblat, maka tujuan Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat akan semakin mudah tercapai,” ujarnya.
Melalui sosialisasi yang berkelanjutan, KUA Kecamatan Ciracap berharap semakin banyak masyarakat yang memahami manfaat Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat dan memanfaatkan momentum Rashdul Kiblat pada 15–16 Juli 2026 untuk memverifikasi arah kiblat di masjid, musala, rumah tinggal, maupun tempat ibadah lainnya sesuai kaidah ilmu falak.
Kontributor: KUA Ciracap
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







