Cisaat (KEMENAG)
Madrasah Ibtidaiyah (MI) Cibatu menjadi lokasi pelaksanaan Pembinaan Stratifikasi Sekolah/Madrasah Sehat yang melibatkan Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Puskesmas Cisaat, dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi yang diwakili oleh JFU Kelembagaan Madrasah, Dudin Fahrudin, S.H.I., M.Si., Kamis (23/7/2026).
Kegiatan ini bertujuan memperkuat implementasi program Madrasah Sehat melalui penilaian sekaligus pembinaan terhadap berbagai aspek kesehatan lingkungan, sanitasi, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta pelaksanaan Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M). Pembinaan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan yang didukung oleh lingkungan belajar yang sehat, aman, dan nyaman.
Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi menegaskan bahwa penilaian kesehatan sekolah bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan instrumen evaluasi untuk mendorong peningkatan kualitas kesehatan warga sekolah secara berkelanjutan.
“Sekolah yang sehat akan menghasilkan peserta didik yang sehat, cerdas, produktif, dan berkarakter. Hasil penilaian hendaknya menjadi dasar penyusunan program perbaikan sehingga sekolah mampu memenuhi standar sanitasi, keamanan pangan, air bersih, kebersihan lingkungan, serta membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Kepala Puskesmas Cisaat menyampaikan komitmennya untuk terus mendampingi satuan pendidikan dalam mewujudkan lingkungan belajar yang sehat melalui pembinaan UKS, pemeriksaan kesehatan peserta didik, pembinaan kantin sehat, pengawasan sanitasi, serta penguatan budaya PHBS.
Sementara itu, JFU Kelembagaan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi, Dudin Fahrudin, S.H.I., M.Si., menyampaikan bahwa madrasah sehat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari peningkatan mutu pendidikan madrasah.
“Lingkungan yang sehat akan membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, kepedulian, dan budaya hidup bersih yang selaras dengan nilai-nilai Islam. Menjaga kebersihan merupakan implementasi ajaran Islam bahwa kebersihan adalah bagian dari keimanan. Karena itu, keberhasilan program kesehatan madrasah memerlukan dukungan seluruh unsur, mulai dari kepala madrasah, guru, tenaga kependidikan, komite, yayasan, orang tua, hingga peserta didik,” ujarnya.
Kepala MI Cibatu menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim pembina dan penilai. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi kesempatan yang sangat berharga bagi madrasah untuk melakukan evaluasi sekaligus memperkuat budaya hidup bersih dan sehat melalui pembiasaan mencuci tangan, menjaga kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah, penghijauan, kantin sehat, serta optimalisasi fungsi ruang UKS.
Melalui pembinaan ini diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara Kementerian Agama, Dinas Kesehatan, Puskesmas, madrasah, komite, yayasan, dan masyarakat dalam mewujudkan madrasah yang sehat, nyaman, ramah anak, serta mampu mendukung lahirnya peserta didik yang berprestasi dan berakhlakul karimah.
Kontributor: Sie. Penmad
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







