Surade (KEMENAG)
MAN 3 Sukabumi menjadi lokasi pelaksanaan pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi se-Wilayah VI Jampang Kulon, Senin (7/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan profesionalisme, kompetensi, dan kinerja ASN dalam menjalankan tugas serta memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Pembinaan diikuti ASN dari delapan Kantor Urusan Agama (KUA), yakni KUA Kecamatan Cibitung, Surade, Kalibunder, Ciemas, Waluran, Cimanggu, Ciracap, dan Jampang Kulon, serta pengawas bina Wilayah Jampang Kulon. Selain itu, kegiatan juga melibatkan ASN dari satuan kerja madrasah, yakni MAN 3 Sukabumi, MTsN 2 Sukabumi, MTsN 4 Sukabumi, dan MIN 2 Sukabumi. Susunan peserta tersebut sesuai dengan pembagian kegiatan pembinaan pegawai yang ditetapkan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi.
Plt. Kepala MAN 3 Sukabumi, H. Sarifudin, S.Pd., M.M., menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada MAN 3 Sukabumi sebagai lokasi pelaksanaan pembinaan ASN.
“Kami merasa terhormat MAN 3 Sukabumi dipercaya menjadi tempat pembinaan ASN Kementerian Agama se-Wilayah VI Jampang Kulon. Kebetulan pada waktu yang sama, MAN 3 Sukabumi juga menjadi titik lokasi pelaksanaan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat MA se-Wilayah KKM Jampang Kulon. Bagi kami, dua agenda ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa madrasah tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya kegiatan pendidikan, tetapi juga dapat menjadi ruang bersama untuk penguatan kompetensi, pembinaan, dan sinergi ASN Kementerian Agama,” ungkapnya.
Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi seluruh peserta. Menurutnya, kepercayaan tersebut juga menjadi amanah bagi MAN 3 Sukabumi untuk terus mendukung berbagai kegiatan Kementerian Agama di wilayah Jampang Kulon.
Dalam pembinaannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi, H. Dadang Ramdani, M.Si., menegaskan pentingnya penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di lingkungan Kementerian Agama. Menurutnya, ASN tidak cukup hanya memiliki kompetensi dalam melaksanakan tugas, tetapi juga harus memiliki pemahaman dan penghayatan terhadap nilai-nilai agama.
Ia menekankan pentingnya penerapan nilai iman, Islam, dan ihsan dalam kehidupan serta pelaksanaan tugas ASN. Nilai ihsan, menurutnya, harus diwujudkan melalui upaya meningkatkan mutu dan kualitas SDM sehingga ASN Kementerian Agama mampu menjalankan tugas secara profesional sekaligus berakhlak.
“Output dari pendidikan agama adalah akhlakul karimah. Outcome-nya adalah lahirnya manusia yang memiliki etika, tata krama, dan sopan santun,” tegas Dadang.
Dadang juga mengingatkan bahwa pelayanan kepada masyarakat harus menjadi orientasi utama ASN Kementerian Agama. Pelayanan tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan aspek administratif, tetapi juga bagaimana ASN mampu menghadirkan pelayanan yang ramah, santun, dan humanis.
“Berikan pelayanan kepada masyarakat dengan mengedepankan senyum, sapa, dan salam. Jaga marwah Kementerian Agama, jaga integritas, dan jaga eksistensi kita di tengah masyarakat,” pesannya.
Ia juga meminta seluruh ASN memahami tugas pokok dan fungsi masing-masing serta menjaga kedisiplinan dan akuntabilitas kinerja. Menurutnya, perkembangan sistem dan aplikasi dalam pengelolaan data kepegawaian membuat kehadiran, kedisiplinan, dan kinerja ASN dapat dipantau secara sistematis.
Karena itu, ia meminta seluruh ASN menjaga administrasi, akuntabilitas kinerja, profesionalitas, serta tanggung jawab dalam melaksanakan amanah kedinasan.
“Jaga akuntabilitas kinerja kita, jaga administrasi, jaga harmoni, dan jaga hubungan antar kepala dan pengawas. Harus nyambung,” pesannya.
Selain kompetensi dan kedisiplinan, Dadang menegaskan pentingnya keteladanan pimpinan di lingkungan Kementerian Agama. Para pemimpin harus mampu menjadi rujukan dalam hal integritas, kompetensi, komunikasi, tanggung jawab, dan perilaku dalam kehidupan organisasi.
“Kompetensi pimpinan harus menjadi rujukan dalam komunikasi dan evaluasi. Nilai-nilai keteladanan harus diwujudkan dalam kehidupan organisasi,” katanya.
Ia mengingatkan bahwa dalam menjalankan sistem kenegaraan, manusia menjadi unsur penting yang harus diperhatikan. Karena itu, pelaksanaan administrasi dan tata kelola organisasi harus tetap memperhatikan nilai-nilai kemanusiaan.
“Inti manusia itu adalah hati. Kalau hati kita bagus, maka akan aman, nyaman, tenteram, dan damai,” ungkapnya.
Dalam menyelesaikan berbagai persoalan kelembagaan, Dadang meminta ASN mengedepankan musyawarah, komunikasi, dan kepentingan organisasi. Penguatan moderasi beragama juga perlu terus dilakukan sebagai bagian dari tanggung jawab ASN Kementerian Agama dalam menjaga harmoni kehidupan masyarakat.
Seluruh ASN juga diingatkan untuk terus mengimplementasikan lima budaya kerja Kementerian Agama, yaitu integritas, profesionalitas, inovasi, tanggung jawab, dan keteladanan dalam setiap pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.
Pembinaan tersebut sejalan dengan agenda resmi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi yang diarahkan pada penguatan tugas dan fungsi ASN serta peningkatan kualitas layanan pendidikan dan keagamaan.
Melalui kegiatan pembinaan tersebut, ASN Kementerian Agama diharapkan semakin memahami tugas dan tanggung jawabnya, meningkatkan kompetensi dan profesionalitas, serta mampu memberikan pelayanan publik yang semakin berkualitas.
Kegiatan pembinaan ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk membangun ASN Kementerian Agama yang berintegritas, profesional, disiplin, humanis, dan mampu menjalankan amanah pelayanan kepada masyarakat dengan penuh tanggung jawab.
Kontributor: MAN 3 Sukabumi
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







