Cicantayan (KEMENAG)
MIN 5 Sukabumi menggelar kegiatan Diseminasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) pada Rabu, 3 Juni 2026, bertempat di lingkungan MIN 5 Sukabumi. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 13.00 WIB tersebut diikuti oleh seluruh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan sebagai upaya memperkuat pemahaman serta implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dalam proses pendidikan di madrasah.
Kegiatan menghadirkan narasumber Iyus Rusmana, S.Ag., selaku Guru Koordinator Bidang Kurikulum yang menyampaikan berbagai materi terkait konsep, tujuan, dan strategi penerapan Kurikulum Berbasis Cinta dalam lingkungan pendidikan madrasah.
Dalam pemaparannya, Iyus Rusmana menjelaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta merupakan pendekatan pendidikan yang menekankan pentingnya membangun budaya kasih sayang, penghargaan terhadap sesama, serta penguatan karakter peserta didik melalui proses pembelajaran yang humanis dan bermakna.
Menurutnya, pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga harus mampu menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan, empati, toleransi, dan kepedulian sosial yang menjadi fondasi penting dalam pembentukan karakter generasi muda.
“Melalui Kurikulum Berbasis Cinta, guru diharapkan mampu menghadirkan suasana pembelajaran yang nyaman, menyenangkan, dan penuh penghargaan sehingga peserta didik dapat berkembang secara optimal, baik dari aspek intelektual, emosional, maupun spiritual,” ujarnya.
Kepala MIN 5 Sukabumi, H. Unang Suparman, S.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan diseminasi ini merupakan bagian dari komitmen madrasah dalam mendukung kebijakan Kementerian Agama terkait implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di satuan pendidikan.
“Kurikulum Berbasis Cinta mengajarkan bahwa pendidikan harus dilandasi nilai kasih sayang, keteladanan, dan penghormatan terhadap martabat manusia. Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh tenaga pendidik dan kependidikan memiliki pemahaman yang sama sehingga dapat mengimplementasikannya secara nyata dalam setiap aktivitas pembelajaran dan pelayanan di madrasah,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan penerapan Kurikulum Berbasis Cinta memerlukan sinergi seluruh warga madrasah, mulai dari guru, tenaga kependidikan, peserta didik, hingga orang tua.
Kegiatan berlangsung dengan antusias dan interaktif. Para peserta mengikuti seluruh sesi materi, diskusi, dan tanya jawab sebagai bentuk penguatan kapasitas dalam mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta di lingkungan MIN 5 Sukabumi.
Melalui kegiatan ini, MIN 5 Sukabumi berharap dapat terus menghadirkan ekosistem pendidikan yang ramah, inklusif, dan berkarakter, sejalan dengan upaya mewujudkan madrasah yang maju, bermutu, dan mendunia.
Kontributor: MIN 5 Sukabumi
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







