Surade (KEMENAG)
Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Sukabumi melanjutkan Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) pada hari kedua yang berlangsung di Gedung Samudra PGRI Cibuaya, Ujung Genteng, Kabupaten Sukabumi, Minggu, 26 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya madrasah memperkuat pemahaman sekaligus mendorong implementasi nyata Kurikulum Berbasis Cinta dalam proses pendidikan.
Materi disampaikan oleh Pengawas Bina Madrasah Aliyah Kabupaten Sukabumi, Ucu Setiabudi, S.Pd.I., M.M., yang mengangkat tema “Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta”. Kehadirannya merupakan kelanjutan dari penyampaian materi pada workshop tahun sebelumnya, sehingga memberikan penguatan yang berkesinambungan bagi guru dan tenaga kependidikan MAN 3 Sukabumi.
Dalam pemaparannya, Ucu Setiabudi menjelaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta tidak cukup dipahami sebagai sebuah konsep, tetapi harus diwujudkan dalam setiap proses pembelajaran, interaksi antara guru dan peserta didik, serta budaya kerja di lingkungan madrasah. Menurutnya, nilai-nilai cinta kepada Allah Swt., sesama manusia, lingkungan, bangsa, dan ilmu pengetahuan harus tercermin dalam sikap, perilaku, dan keteladanan seluruh warga madrasah.
Berbeda dengan workshop sebelumnya yang lebih menitikberatkan pada penguatan konsep dan filosofi, materi kali ini difokuskan pada implementasi praktis. Peserta memperoleh berbagai contoh penerapan Kurikulum Berbasis Cinta dalam pembelajaran, pengelolaan kelas, pembinaan karakter peserta didik, hingga membangun budaya madrasah yang humanis, inklusif, dan penuh keteladanan. Kegiatan juga berlangsung interaktif melalui sesi berbagi praktik baik (best practice) dan diskusi mengenai berbagai tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaannya.
Ucu Setiabudi berharap seluruh guru dan tenaga kependidikan dapat mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta secara konsisten dalam setiap aktivitas pendidikan. “Kurikulum Berbasis Cinta harus menjadi budaya di madrasah, bukan sekadar program. Ketika nilai-nilai kasih sayang, penghormatan, dan keteladanan menjadi bagian dari proses pembelajaran, maka madrasah akan mampu melahirkan generasi yang unggul dalam prestasi, berakhlak mulia, memiliki kepedulian sosial, serta siap memberikan manfaat bagi agama, bangsa, dan negara,” ujarnya.
Melalui workshop ini, MAN 3 Sukabumi menegaskan komitmennya dalam mendukung kebijakan Kementerian Agama untuk menghadirkan pendidikan yang bermakna, humanis, dan berorientasi pada penguatan karakter. Diharapkan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta terus berkembang menjadi budaya yang hidup dalam setiap aktivitas madrasah sehingga mampu menciptakan lingkungan belajar yang berkualitas, inklusif, dan berdaya saing.
Kontributor: MAN 3 Sukabumi
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







