Jampangkulon (KEMENAG)
Upaya pembinaan terhadap pelajar yang terlibat tawuran dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor antara KUA Kecamatan Jampangkulon, Penyuluh Agama Islam, Bhabinkamtibmas, dan pihak sekolah. Kegiatan edukasi dan pembinaan tersebut dilaksanakan bersama Kepala Sekolah SMPN 1 Jampangkulon pada Rabu, 9 September 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala KUA Kecamatan Jampangkulon bersama penyuluh agama dan Catur WD selaku Bhabinkamtibmas berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk memberikan pembinaan kepada anak yang sebelumnya terlibat dalam aksi tawuran.
Pembinaan diarahkan pada pemberian pemahaman kepada siswa mengenai dampak negatif tawuran, pentingnya menjaga pergaulan, serta membangun kesadaran untuk menyelesaikan persoalan tanpa kekerasan. Pendekatan edukatif dilakukan agar siswa dapat memahami konsekuensi dari tindakan yang dilakukan sekaligus terdorong untuk memperbaiki sikap dan perilaku.
Keterlibatan Penyuluh Agama Islam dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari tugas pembinaan dan penyuluhan keagamaan kepada masyarakat, termasuk generasi muda. Melalui pendekatan keagamaan dan edukasi, penyuluh turut memberikan penguatan mengenai pentingnya menjaga akhlak, mengendalikan emosi, menghormati sesama, serta menghindari perilaku yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Sementara itu, Bhabinkamtibmas memberikan penguatan dari sisi pembinaan keamanan dan ketertiban, khususnya mengenai konsekuensi yang dapat timbul akibat keterlibatan dalam tawuran. Kolaborasi tersebut menjadi langkah bersama untuk memberikan pemahaman kepada siswa dari berbagai pendekatan.
Kepala Sekolah SMPN 1 Jampangkulon turut berperan dalam proses pembinaan sebagai bagian dari tanggung jawab sekolah dalam mendampingi peserta didik. Sinergi antara sekolah, KUA, penyuluh agama, dan kepolisian diharapkan dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih aman sekaligus mendukung perkembangan karakter siswa.
Kepala KUA Kecamatan Jampangkulon, H. Darwan, menegaskan pentingnya pembinaan secara bersama-sama dalam menghadapi persoalan yang melibatkan generasi muda. Menurutnya, pendekatan yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada teguran, tetapi juga memberikan edukasi dan pendampingan agar siswa memahami kesalahan serta memiliki kemauan untuk memperbaiki diri.
Melalui kolaborasi tersebut, KUA Jampangkulon berkomitmen untuk terus mengambil bagian dalam pembinaan generasi muda melalui penyuluhan keagamaan dan penguatan nilai-nilai akhlak. Sinergi lintas sektor diharapkan dapat mencegah terulangnya perilaku kekerasan di kalangan pelajar serta mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang aman, tertib, dan kondusif.
Kontributor: KUA Jampangkulon
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







