Ciracap (KEMENAG)
Kantor Urusan Agama (KUA) Ciracap mencatat capaian membanggakan dalam pelaksanaan Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat: 1.448.000 Titik Rashdul Kiblat yang digelar serentak pada Rabu dan Kamis (15–16 Juli 2026). Berdasarkan rekapitulasi sementara Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi, Kecamatan Ciracap menjadi wilayah dengan partisipasi tertinggi dengan 1.799 pendaftar akun/titik lokasi (tilok).
Keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi berbagai elemen di Kecamatan Ciracap. Sejak awal pelaksanaan, KUA Ciracap bersama para penyuluh agama Islam, penghulu, Pemerintah Kecamatan Ciracap, pemerintah desa, dinas dan instansi, para pengawas, KKG PAI, kepala madrasah, madrasah dan sekolah, pondok pesantren, lembaga keagamaan, organisasi keagamaan, majelis taklim, DKM masjid dan musala, serta berbagai elemen masyarakat bahu-membahu melaksanakan sosialisasi, edukasi, pendampingan, registrasi akun, hingga pelaksanaan pengamatan Rashdul Kiblat. Kolaborasi yang terjalin menjadi kunci tingginya partisipasi masyarakat dalam menyukseskan gerakan nasional tersebut.
Kepala KUA Ciracap, H. Sulaeman Jamal, S.Ag., kepada Tim Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi, Kamis sore (26/7/2026) mengungkapkan rasa syukur atas tingginya antusiasme masyarakat. Hingga saat ini, hasil rekapitulasi menunjukkan sebanyak 1.799 pendaftar akun berasal dari wilayah Kecamatan Ciracap. Menurutnya, jumlah tersebut masih berpotensi bertambah karena dimungkinkan masih ada data yang belum diterima dan direkap oleh tim.
“Bagi kami, Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat bukan sekadar kegiatan pengamatan arah kiblat, tetapi juga menjadi momentum untuk mengenalkan dan mengedukasi masyarakat tentang Rashdul Kiblat. Melalui fenomena alam yang Allah SWT anugerahkan ini, masyarakat dapat belajar bersama memastikan arah kiblat dengan mudah, akurat, dan sesuai tuntunan syariat. Kami berharap gerakan ini dapat meningkatkan kepedulian terhadap ketepatan arah kiblat, memperluas literasi ilmu falak di tengah masyarakat, serta menumbuhkan semangat untuk terus belajar dan mengamalkan ilmu dalam kehidupan beragama,” ujar H. Sulaeman Jamal.
Ia menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan buah dari kebersamaan seluruh elemen yang memiliki kepedulian terhadap peningkatan kualitas pelayanan keagamaan. Karena itu, KUA Ciracap menyampaikan apresiasi kepada seluruh pegawai KUA Ciracap yang telah bekerja dengan penuh dedikasi melalui kegiatan sosialisasi, pendampingan, pelayanan registrasi, hingga penginputan data. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Pemerintah Kecamatan Ciracap, pemerintah desa, dinas dan instansi, para pengawas, KKG PAI, kepala madrasah, madrasah dan sekolah, pondok pesantren, lembaga keagamaan, organisasi keagamaan, majelis taklim, DKM masjid dan musala, serta seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi menyukseskan Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat.
“Alhamdulillah, capaian ini merupakan hasil sinergi dan gotong royong seluruh elemen. Atas nama KUA Ciracap, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan berkontribusi. Semoga setiap ikhtiar yang kita lakukan menjadi amal saleh, membawa manfaat bagi masyarakat, serta mendapat keberkahan dari Allah SWT. Jazakumullahu khairan katsiran,” tutupnya.
Dengan capaian 1.799 pendaftar akun, Kecamatan Ciracap memberikan kontribusi terbesar terhadap pelaksanaan Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat di Kabupaten Sukabumi. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat mampu mendukung suksesnya gerakan nasional sekaligus memperkuat syiar dan edukasi tentang pentingnya ketepatan arah kiblat bagi umat Islam.
Kontributor: KUA Ciracap
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







