Sagaranten (KEMENAG)
Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sagaranten berkolaborasi dengan Tim Nasional Penggerak Mengaji Pendidikan Agama Islam (TIMNAS PMPAI) menggelar kegiatan Relawan Guru Ngaji Masuk Sekolah Menuju Sekolah Bebas Buta Huruf Al-Qur’an di SMP Negeri 1 Sagaranten, Kamis (16/7/2026). Kegiatan tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan tes baca Al-Qur’an bagi 280 siswa baru sebagai langkah awal memetakan kemampuan membaca Al-Qur’an peserta didik.
Kegiatan diawali dengan pembukaan yang berlangsung di salah satu ruang kelas SMPN 1 Sagaranten dan dipandu oleh Penyuluh Agama Islam KUA Sagaranten, Dikdik Humaedi, S.Pd.I. Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala SMPN 1 Sagaranten Jajuli, S.Pd., M.Pd., Ketua TIMNAS PMPAI Yudi Imansyah, Kepala KUA Kecamatan Sagaranten Hasim Munawar, S.H.I., para penyuluh agama, guru ngaji, serta tim penguji.
Dalam sambutannya, Kepala SMPN 1 Sagaranten Jajuli menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, tes baca Al-Qur’an sangat membantu pihak sekolah dalam memetakan kemampuan peserta didik, terlebih jumlah guru Pendidikan Agama Islam di sekolah masih terbatas.
“Kami menyambut baik kegiatan ini dan mengucapkan terima kasih kepada KUA Kecamatan Sagaranten beserta TIMNAS PMPAI. Semoga ke depan kegiatan pembinaan baca Al-Qur’an dapat dilaksanakan secara berkala sehingga kemampuan membaca Al-Qur’an para siswa terus meningkat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua TIMNAS PMPAI Yudi Imansyah menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membentuk generasi yang mencintai Al-Qur’an sekaligus mengetahui kualitas kemampuan membaca Al-Qur’an siswa baru sebagai dasar penyusunan program pembinaan yang tepat.
Kepala KUA Kecamatan Sagaranten, Hasim Munawar, S.H.I., yang secara resmi membuka kegiatan menegaskan bahwa pengentasan buta huruf Al-Qur’an merupakan tanggung jawab bersama, terutama pemerintah dan lembaga yang membidangi urusan keagamaan. Dalam sambutannya, ia mengutip ungkapan Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin:
“Mā fasadat ar-ra’iyyah illā bi fasādil mulūk, wa mā fasadat al-mulūk illā bi fasādil ‘ulamā.”
Menurut Hasim Munawar, ungkapan tersebut mengandung pesan bahwa kualitas masyarakat sangat dipengaruhi oleh kepemimpinan dan peran para ulama. Oleh karena itu, pemerintah melalui KUA memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan program-program yang mendorong peningkatan literasi Al-Qur’an di tengah masyarakat, termasuk di lingkungan sekolah.
Usai pembukaan, para penguji yang terdiri atas penyuluh agama dan guru ngaji dibagi ke dalam tujuh kelompok. Masing-masing kelompok bertugas menguji kemampuan membaca Al-Qur’an sekitar 40 siswa di setiap kelas. Proses pengujian berlangsung selama kurang lebih dua jam, sementara Kepala KUA bersama koordinator tim melakukan monitoring ke setiap ruang kelas untuk memastikan pelaksanaan berjalan sesuai rencana.
Kegiatan ditutup dengan pengumpulan hasil penilaian seluruh penguji kepada koordinator tim sebagai bahan pemetaan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa baru. Data tersebut selanjutnya akan menjadi dasar penyusunan program pembinaan baca Al-Qur’an guna mendukung terwujudnya sekolah yang bebas buta huruf Al-Qur’an serta memperkuat karakter religius peserta didik di Kecamatan Sagaranten.
Kontributor: KUA Sagaranten
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







