Ciracap (KEMENAG)
KUA Kecamatan Ciracap bersama Kader MOTEKAR (Motivator Ketahanan Keluarga) dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Barat memperkuat koordinasi dalam mendukung pembinaan ketahanan keluarga dan generasi muda. Koordinasi tersebut berlangsung di KUA Ciracap, Rabu (30/9/2026).
Kader MOTEKAR Santi Nopianti, S.Pd., dari DP3AKB Provinsi Jawa Barat hadir dalam koordinasi tersebut. Dari KUA Ciracap, kegiatan diikuti Penghulu Komarudin dan A. Arpani serta Penyuluh Agama Islam Rini Ridiswati dan Gilang Kurnia.
Koordinasi tersebut menjadi ruang untuk menyelaraskan peran dalam pembinaan keluarga dan remaja melalui pendekatan yang sesuai dengan tugas masing-masing. Dalam pembahasan, terdapat sejumlah program yang memiliki keterkaitan dengan pembinaan tersebut, di antaranya Stop Pernikahan Anak Jawa Barat (Stopan Jabar), Bimbingan Perkawinan bagi Calon Pengantin (Bimwin Catin), serta Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS).
Santi Nopianti, S.Pd., menyampaikan bahwa koordinasi dengan KUA penting untuk memperkuat jejaring pembinaan keluarga di masyarakat. Menurutnya, keberadaan KUA yang dekat dengan masyarakat dapat menjadi bagian dari penguatan pelaksanaan program ketahanan keluarga.
“Kolaborasi dengan KUA sangat penting karena memiliki peran yang dekat dengan masyarakat. Melalui sinergi ini, berbagai program ketahanan keluarga dapat saling mendukung dan menjangkau masyarakat secara lebih luas,” ungkapnya.
Sementara itu, Penyuluh Agama Islam KUA Ciracap, Rini Ridiswati, mengatakan bahwa koordinasi tersebut menjadi ruang untuk saling melengkapi dalam memberikan pembinaan kepada keluarga dan remaja. Menurutnya, penyuluh memiliki peran dalam memberikan bimbingan keagamaan, sementara Kader MOTEKAR memiliki pendekatan dalam penguatan ketahanan keluarga.
“Sinergi ini menjadi ruang untuk saling menguatkan. Penyuluh memiliki peran dalam memberikan bimbingan keagamaan, sementara Kader MOTEKAR memiliki pendekatan dalam penguatan ketahanan keluarga. Ketika keduanya berjalan bersama, pembinaan dapat dilakukan secara lebih menyeluruh,” ujarnya.
Kepala KUA Ciracap, H. Sulaeman Jamal, S.Ag., menyampaikan bahwa ketahanan keluarga membutuhkan keterlibatan berbagai pihak dengan peran yang saling melengkapi. Karena itu, komunikasi dan koordinasi lintas sektor perlu terus dibangun dalam mendukung pembinaan keluarga dan generasi muda.
“Ketahanan keluarga merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak perlu terus dibangun agar pembinaan keluarga dapat semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Melalui koordinasi tersebut, KUA Ciracap dan Kader MOTEKAR DP3AKB Provinsi Jawa Barat memperkuat komunikasi dalam mendukung pembinaan calon pengantin, pencegahan pernikahan anak, serta edukasi bagi remaja usia sekolah. Pembinaan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan keluarga melalui edukasi, bimbingan keagamaan, dan pendampingan di masyarakat.
Kontributor: KUA Ciracap
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







