Bojonggenteng (KEMENAG)
Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bojonggenteng terus menjalankan program Ekoteologi Kementerian Agama sebagai bagian dari upaya menanamkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan melalui nilai-nilai keagamaan. Salah satu pelaksanaannya dilakukan dengan mengimbau calon pengantin (catin) untuk menanam minimal satu pohon sebagai bagian dari rangkaian persiapan menuju kehidupan berumah tangga.
Imbauan tersebut disampaikan kepada calon pengantin dalam kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) yang dilaksanakan pada 16 Agustus 2026. Melalui kegiatan tersebut, catin tidak hanya mendapatkan pembekalan mengenai kehidupan keluarga, tetapi juga diajak memahami pentingnya menjaga lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi.
Kepala KUA Bojonggenteng, Iwan Setiawan, S.Sy., menyampaikan bahwa gerakan menanam pohon merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan calon pengantin untuk ikut menjaga kelestarian lingkungan.
“Kami mengajak setiap calon pengantin untuk menanam minimal satu pohon. Ini memang terlihat sederhana, tetapi jika dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan, insyaallah akan memberikan manfaat yang besar bagi lingkungan. Selain itu, kami ingin menanamkan pemahaman bahwa menjaga dan merawat alam juga merupakan bagian dari tanggung jawab kita sebagai manusia,” ungkapnya.
Menurut Iwan, gerakan menanam satu pohon juga dapat dimaknai sebagai bagian dari pembiasaan kepedulian lingkungan dalam kehidupan keluarga. Pohon yang ditanam membutuhkan perawatan agar dapat tumbuh dan memberikan manfaat, sebagaimana kehidupan rumah tangga yang membutuhkan perhatian, tanggung jawab, dan pemeliharaan secara berkelanjutan.
Program Ekoteologi melalui Bimwin tersebut menjadi salah satu upaya KUA Bojonggenteng menghubungkan pembinaan kehidupan keluarga dengan kepedulian terhadap lingkungan. Catin diajak memahami bahwa nilai-nilai keagamaan tidak hanya diwujudkan dalam hubungan antarmanusia, tetapi juga melalui sikap menjaga dan merawat lingkungan.
KUA Bojonggenteng juga mendorong agar kegiatan menanam pohon tidak berhenti pada penanaman, tetapi dilanjutkan dengan perawatan secara berkelanjutan. Dengan demikian, gerakan tersebut dapat menjadi kebiasaan yang tumbuh di lingkungan keluarga sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Melalui program Ekoteologi ini, KUA Bojonggenteng terus berupaya menghadirkan pesan keagamaan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Gerakan menanam satu pohon diharapkan menjadi langkah sederhana bagi calon pengantin untuk membangun keluarga yang tidak hanya memiliki ketahanan dalam kehidupan rumah tangga, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
Kontributor: KUA Bojonggenteng
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







