Ciracap (Kemenag)
Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Ciracap, H. Sulaeman Jamal, S.Ag., mendorong seluruh penyuluh agama di lingkungan KUA Ciracap untuk aktif berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan Hari Lahir (HARLAH) Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) ke-3 Tahun 2026 yang mengusung tema “IPARI Merawat Negeri.” Hal tersebut diungkapkan pada Senin (25/5/2026) di KUA Ciracap.
Ajakan tersebut disampaikan sebagai bentuk penguatan peran penyuluh agama dalam membangun masyarakat melalui gerakan spiritual, sosial, literasi, dan kepedulian lingkungan. Menurut H. Sulaeman Jamal, momentum HARLAH IPARI tidak hanya menjadi seremoni organisasi, tetapi juga sarana memperkuat semangat pengabdian dan kolaborasi antarpenyuluh agama.
“HARLAH IPARI bukan sekadar peringatan organisasi, tetapi momentum untuk memperkuat pengabdian penyuluh agama kepada umat, masyarakat, dan bangsa. Saya berharap seluruh penyuluh KUA Ciracap dapat aktif mengambil bagian dalam setiap rangkaian kegiatan,” ujar H. Sulaeman Jamal.
Berbagai rangkaian kegiatan HARLAH IPARI ke-3 Tahun 2026 meliputi Gerakan Ekoteologi, Webinar Nasional, Gerakan Literasi, hingga Gerakan Sosial dan Spiritual. Seluruh penyuluh diharapkan dapat berkontribusi melalui aksi nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat kepedulian terhadap lingkungan.
Penyuluh Agama Islam KUA Ciracap, Gilang Kurnia, S.H., menyampaikan bahwa HARLAH IPARI menjadi ruang untuk mempererat sinergi dan semangat pengabdian antarpenyuluh agama.
“Momentum HARLAH IPARI ini menjadi pengingat bahwa penyuluh agama harus terus bergerak, berinovasi, dan hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Rini Ridiswati, S.Pd., menilai bahwa gerakan literasi dan dokumentasi praktik baik penyuluhan merupakan langkah positif dalam membangun budaya belajar dan berbagi inspirasi di kalangan penyuluh agama.
“Melalui gerakan literasi, penyuluh agama dapat meninggalkan jejak inspirasi dan pengalaman baik yang bermanfaat bagi generasi berikutnya,” tuturnya.
Sementara itu, Muhamad Asmawi mengajak seluruh penyuluh untuk menjadikan HARLAH IPARI sebagai momentum mempererat kebersamaan dan solidaritas dalam pelayanan keagamaan.
“Kebersamaan para penyuluh adalah kekuatan penting dalam membangun pelayanan keagamaan yang lebih baik dan lebih dekat dengan masyarakat,” katanya.
Hal serupa disampaikan Slamet Rusyadi, S.H., yang menekankan pentingnya kepedulian sosial dan lingkungan dalam tugas penyuluhan agama.
“Penyuluh agama tidak hanya menyampaikan ceramah, tetapi juga harus mampu menjadi pelopor kepedulian sosial dan pelestarian lingkungan,” ujarnya.
Upon Rusmawan, S.H., berharap HARLAH IPARI ke-3 mampu menghadirkan semangat baru dalam pelayanan umat dan penguatan spiritualitas.
“Semoga HARLAH IPARI ke-3 ini menjadi energi positif untuk terus bergerak menebar manfaat, memperkuat spiritualitas, dan merawat negeri bersama,” pungkasnya.
Sementara itu, H. Munawar Sanusi, S.H.I., turut mengajak para penyuluh agar menjadikan momentum HARLAH IPARI sebagai sarana memperkuat nilai pengabdian dan ketulusan dalam melayani umat.
“Penyuluh agama adalah sahabat umat. Kehadiran kita harus mampu membawa kesejukan, solusi, dan semangat kebaikan bagi masyarakat,” ujarnya.
Dengan semangat kebersamaan dan pengabdian, KUA Ciracap berharap partisipasi aktif para penyuluh dalam HARLAH IPARI ke-3 Tahun 2026 dapat menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam membangun masyarakat yang religius, harmonis, serta peduli terhadap lingkungan dan kehidupan sosial di tengah perkembangan zaman.
Kontributor: KUA Ciracap
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







