Ciemas (KEMENAG)
Kepala Subbagian Tata Usaha Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi, H. Henda, M.Ag., mengisi pengajian rutin Syahriyahan Majelis Taklim dan Mudzakarah Al-Manshuriyah di Kampung Bantarpanjang, Desa Tamanjaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Ahad (27/9/2026). Kegiatan yang dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut diikuti sekitar 400 jamaah laki-laki dan perempuan.
Dalam kesempatan tersebut, H. Henda menyampaikan materi bertajuk “Membangun Kehidupan Keagamaan dan Kemasyarakatan”. Ia menekankan pentingnya peran majelis taklim, pesantren, dan madrasah dalam membangun kehidupan keagamaan, pendidikan, sekaligus kemasyarakatan.
Menurut H. Henda, kehidupan keagamaan tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan ibadah, tetapi juga bagaimana nilai-nilai agama hadir dalam kehidupan sehari-hari, memperkuat pendidikan, membangun kepedulian sosial, dan mendorong tumbuhnya kemanfaatan di tengah masyarakat.
“Majelis taklim, pesantren, dan madrasah memiliki peran penting dalam membangun kehidupan keagamaan sekaligus pendidikan dan kemasyarakatan. Karena itu, keberadaannya perlu terus dijaga dan dikembangkan agar memberikan manfaat yang semakin luas bagi umat,” ujarnya.
H. Henda juga mengajak jamaah menjadikan kegiatan keagamaan sebagai ruang belajar, mempererat persaudaraan, dan memperkuat kepedulian terhadap sesama. Menurutnya, ilmu agama hendaknya tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi diwujudkan dalam sikap dan amal yang memberikan kebaikan bagi lingkungan.
Ketua Yayasan Al-Manshuriyah Bantarpanjang, H. Muhamad Muhsin, menyampaikan bahwa Syahriyahan menjadi ruang untuk menjaga tradisi keilmuan, mempererat silaturahmi, sekaligus menguatkan semangat jamaah dalam belajar dan mengamalkan nilai-nilai agama.
“Semoga Syahriyahan ini bukan hanya menjadi kegiatan rutin, tetapi menjadi ruang untuk terus belajar, mempererat persaudaraan, dan menumbuhkan amal yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Selain H. Henda, Syahriyahan Al-Manshuriyah juga diisi Kiai Asep Musthofa Bentang, Pimpinan Pondok Pesantren Bentang Surade, dengan materi “Menguatkan Iman, Menuntut Ilmu, dan Memperbanyak Amal”. Selanjutnya, KH. Ahmad Dahlan Mubarok, Dewan Kiai Pondok Pesantren Al-Isytirok Cikarangsasak, menyampaikan materi “Mahabbatur Rasul: Mengenal, Mencintai, dan Meneladani Nabi Muhammad SAW.”
Rangkaian materi tersebut saling menguatkan melalui pembahasan tentang kehidupan keagamaan, iman dan ilmu, kecintaan kepada Rasulullah SAW, hingga amal saleh. Iman menjadi landasan, ilmu menjadi bekal, Rasulullah SAW menjadi teladan, dan amal saleh menjadi wujud nyata dalam kehidupan.
Melalui kegiatan tersebut, jamaah diharapkan semakin memahami bahwa pekerjaan dan aktivitas sehari-hari yang baik dapat menjadi bagian dari ibadah dan pengabdian apabila dijalankan dengan niat yang baik, berlandaskan ilmu, serta memberikan manfaat bagi sesama.
Kontributor: KUA Ciracap
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







