Cidahu (KEMENAG)
Rangkaian Gema Selawat Kebangsaan dan Ngaji Sirah Nasional terus bergulir di wilayah Kecamatan Cidahu. Memasuki hari keempat, kegiatan dilaksanakan di Majelis Taklim Miftahul Ulum, Kampung Kerenceng RT 01/RW 04, Desa Pondokaso Tengah, Kecamatan Cidahu, Jumat (4/9/2026), bersama Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Cidahu.
Kegiatan diisi dengan pembacaan Hizb Kelima dari Kitab Dalā’il al-Khayrāt, lantunan selawat, serta ngaji sirah. Rangkaian tersebut menjadi bagian dari gerakan pembinaan keagamaan yang diarahkan untuk menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus menggali nilai-nilai keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan tersebut diikuti dan didampingi Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Cidahu, yaitu Saeful Hilal, S.Pd.I., Zulfiqri Sonis Rahmana, S.Ag., Asep Rival Munawar, Lc., Muhamad Ghozali, S.Th.I., dan H. Yusuf Subaekah, S.Pd.I. Kehadiran para penyuluh menjadi bagian dari pelaksanaan tugas pembinaan dan penyuluhan keagamaan kepada masyarakat melalui majelis taklim.
Pembacaan Dalā’il al-Khayrāt menjadi salah satu rangkaian utama dalam Gema Selawat Kebangsaan. Kitab yang disusun oleh Imam Muhammad bin Sulaiman Al-Jazuli tersebut dikenal sebagai salah satu karya dalam tradisi selawat kepada Rasulullah SAW. Melalui pembacaan secara bersama-sama, jamaah diajak menghidupkan tradisi selawat sekaligus mempererat silaturahmi.
Sementara itu, melalui ngaji sirah, jamaah diajak mengenal lebih dekat perjalanan kehidupan Rasulullah SAW serta nilai-nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan. Keteladanan Rasulullah dalam membangun hubungan dengan keluarga, masyarakat, dan sesama menjadi bagian penting yang dapat dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Penyuluh Agama Islam KUA Cidahu menyampaikan bahwa Gema Selawat Kebangsaan dan Ngaji Sirah Nasional tidak semata-mata menjadi kegiatan seremonial, tetapi dapat menjadi sarana untuk memperkuat pembinaan akhlak dan kehidupan keagamaan masyarakat.
“Semoga Gema Selawat Kebangsaan dan Ngaji Sirah Nasional ini menjadi momentum bersama untuk menghidupkan tradisi selawat dan memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW. Kecintaan itu hendaknya berbuah pada upaya mengenal, mengikuti, dan meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Penyuluh Agama Islam KUA Cidahu.
Menurutnya, kecintaan kepada Rasulullah SAW perlu diwujudkan melalui perilaku nyata, seperti menjaga kejujuran, amanah, kesantunan, kepedulian, dan persaudaraan. Nilai-nilai tersebut relevan untuk terus ditanamkan dalam kehidupan keluarga maupun masyarakat.
Selain memperkuat pemahaman keagamaan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan dan kepedulian sosial. Semangat persaudaraan, kedamaian, dan persatuan yang tercermin dalam keteladanan Rasulullah SAW diharapkan dapat semakin tumbuh di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan di Majelis Taklim Miftahul Ulum, Penyuluh Agama Islam KUA Cidahu terus berupaya mendekatkan pembinaan keagamaan kepada masyarakat. Gema Selawat Kebangsaan dan Ngaji Sirah Nasional diharapkan tidak hanya memperkuat tradisi selawat, tetapi juga mendorong masyarakat untuk menghadirkan keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Kontributor: KUA Cidahu
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







