Nagrak (KEMENAG)
Guru-guru MI ICNA Girijaya menindaklanjuti pengalaman yang diperoleh melalui program Sekolah Guru Indonesia (SGI) dengan menggelar In House Training (IHT) pada Kamis (24/9/2026). Kegiatan tersebut mengangkat materi Public Speaking sebagai bagian dari upaya berbagi pengetahuan sekaligus memperkuat kompetensi guru di lingkungan madrasah.
IHT menghadirkan Guru Mustopa Kamil, S.Pd., dan Guru Frisy Arinda sebagai pemateri, serta Guru Anisa Amaliah sebagai moderator. Materi public speaking dipilih karena memiliki keterkaitan langsung dengan aktivitas guru, khususnya dalam menyampaikan materi, memberikan arahan, membangun komunikasi, dan berinteraksi dengan peserta didik di dalam maupun di luar kelas.
Dalam kegiatan tersebut, public speaking dibahas sebagai kemampuan menyampaikan ide, informasi, atau pesan secara lisan, terstruktur, dan memiliki tujuan yang jelas. Kemampuan tersebut tidak hanya diperlukan ketika berbicara di hadapan banyak orang, tetapi juga menjadi bagian dari komunikasi guru dalam proses pembelajaran sehari-hari.
Kegiatan semakin diperkaya dengan kehadiran Erwan Hermawan, M.Pd., JFU Pengembang Kurikulum Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi, yang turut membersamai kegiatan dari awal hingga akhir. Ia memberikan penguatan bahwa kompetensi public speaking guru tidak semata-mata berkaitan dengan kemampuan berbicara, tetapi juga kemampuan memahami peserta didik dan menyesuaikan cara berkomunikasi dengan konteks pembelajaran.
Erwan menekankan pentingnya komunikasi yang reseptif dan asertif dalam interaksi antara guru dan peserta didik. Guru perlu mampu memahami respons anak sekaligus menyampaikan pesan dengan cara yang tepat agar komunikasi dapat mendukung proses pembelajaran.
Tidak hanya memberikan penjelasan, Erwan juga memberikan contoh secara langsung di hadapan guru-guru MI ICNA Girijaya. Praktik tersebut membantu peserta memahami penerapan komunikasi yang sesuai dengan karakter dan situasi peserta didik yang dihadapi dalam kegiatan pembelajaran.
“Alhamdulillah, saya bisa hadir langsung dalam kegiatan IHT yang dilaksanakan di MI ICNA Girijaya. Kegiatan ini sangat baik dalam membangun guru yang kompeten. Guru perlu mampu beradaptasi dengan siapa peserta didiknya dan bagaimana konteks pembelajarannya,” ungkap Erwan.
Menurutnya, peningkatan kompetensi guru juga membutuhkan proses belajar bersama. Guru tidak dapat berkembang sendirian, sehingga kelompok belajar di lingkungan madrasah menjadi penting sebagai ruang untuk berbagi pengalaman, baik pengalaman keberhasilan maupun kegagalan, yang dapat menjadi pembelajaran nyata bagi sesama guru.
“Guru yang belajar bersama guru lainnya dapat menggunakan contoh nyata dari pengalaman, baik keberhasilan maupun kegagalan, sehingga menjadi inspirasi yang realistis. Kami sangat mendukung langkah-langkah penguatan kompetensi guru yang dilakukan Sekolah Guru Indonesia,” lanjutnya.
Selain kemampuan berkomunikasi, kegiatan IHT juga membahas manfaat public speaking dalam mendukung aktivitas guru, antara lain memudahkan interaksi, menyampaikan gagasan, menunjang pekerjaan, membangun kerja sama tim, serta menyampaikan informasi dan pengetahuan kepada orang lain.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya guru-guru MI ICNA Girijaya meneruskan pembelajaran yang diperoleh melalui program SGI kepada lingkungan madrasah. Dengan berbagi pengetahuan melalui IHT, pengalaman yang diperoleh dari program pengembangan guru dapat dipelajari dan dikembangkan secara bersama-sama.
Erwan menyampaikan bahwa pembelajaran bermakna dari kegiatan tersebut tidak hanya terletak pada kemampuan guru berbicara di depan banyak orang, tetapi pada bagaimana setiap komunikasi memberikan arti bagi peserta didik.
“Guru yang hebat bukan hanya mampu mengajar, tetapi juga mampu membuat setiap kata yang disampaikan menjadi bermakna bagi siswanya,” tuturnya.
Kontributor: MI ICNA NAGRAK
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







