Kadudampit (KEMENAG)
Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kadudampit terus mendorong penguatan pembinaan keagamaan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Salah satu gagasan yang dikembangkan adalah Gerakan Kadudampit Cinta Quran (GKCQ), sebuah gerakan untuk membumikan Al-Qur’an agar tidak hanya dibaca, tetapi juga dipahami dan diterapkan sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Gagasan tersebut diperkuat melalui peran Penyuluh Agama Islam dan jajaran pegawai KUA Kadudampit di bawah bimbingan Kepala KUA Kadudampit Agus Salim, M.Si., Senin (5/10/2026). Melalui program tersebut, KUA berupaya menghadirkan pendekatan pembinaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Kadudampit yang memiliki beragam latar belakang pekerjaan, seperti petani, pedagang, buruh, serta keluarga dan generasi muda.
Agus Salim menyampaikan bahwa membumikan Al-Qur’an membutuhkan pendekatan yang sederhana, kontekstual, dan menyentuh persoalan kehidupan masyarakat. Menurutnya, nilai-nilai Al-Qur’an akan semakin bermakna apabila dapat dipahami dan diamalkan dalam keluarga, lingkungan sosial, maupun aktivitas sehari-hari.
“Al-Qur’an jangan hanya kita jadikan bacaan, tetapi harus menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan. Karena itu, pembinaan keagamaan perlu dikemas dengan bahasa yang mudah dipahami dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Agus Salim.
Dalam gagasan GKCQ, KUA Kadudampit mendorong sejumlah kegiatan yang dapat dikembangkan bersama masyarakat. Di antaranya Kajian Tafsir Tematik (KTT) bagi bapak-bapak, Keluarga Tadarus Terpadu bagi ibu-ibu, serta Kampung Tahfidz Tangguh bagi anak-anak muda dan pelajar. Selain itu, terdapat gagasan Gerakan Tadarus Sehari Selembar, penguatan kembali program Maghrib Mengaji, serta pemanfaatan rumah-rumah Al-Qur’an di tingkat dusun.
KUA Kadudampit juga mendorong kolaborasi dengan unsur masyarakat, seperti MUI, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), kelompok tani, tokoh agama, dan lingkungan pendidikan. Melalui sinergi tersebut, GKCQ diharapkan dapat berkembang menjadi gerakan bersama yang menjadikan Al-Qur’an semakin dekat dengan kehidupan warga.
“Yang ingin kita bangun adalah masyarakat yang tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadikan nilai-nilainya sebagai pedoman dalam keluarga, bermasyarakat, dan bekerja. KUA siap menjadi penggerak dan fasilitator bersama para tokoh agama serta masyarakat,” tambah Agus Salim.
Kontributor: KUA Kadudampit
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







