Cibadak (KEMENAG)
Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Cibadak turut melaksanakan Gerakan Nasional Gema Selawat Kebangsaan pada hari terakhir rangkaian kegiatan yang digelar serentak di seluruh Indonesia, Senin (7/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari gerakan nasional yang digagas Kementerian Agama Republik Indonesia dalam menyambut Rabiulawal 1448 H sekaligus memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Gerakan yang mengusung slogan “Berselawat untuk Negeri, Meneladani Sirah Nabi” ini berlangsung selama sepekan, mulai 31 Agustus hingga 7 September 2026.
Kepala KUA Kecamatan Cibadak, H.E. Setiawan, menyampaikan bahwa pelaksanaan Gema Selawat Kebangsaan menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap bangsa dan negara.
“Gema selawat ini bukan hanya sekadar melantunkan selawat, tetapi menjadi ikhtiar bersama untuk menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, meneladani akhlaknya, serta mendoakan keselamatan, persatuan dan keberkahan bagi bangsa Indonesia,” ungkapnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperkuat nilai-nilai spiritual dan kebangsaan di tengah masyarakat.
“Kami berharap semangat berselawat dan meneladani Rasulullah SAW tidak berhenti pada rangkaian kegiatan ini saja, tetapi dapat terus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga, masyarakat maupun dalam menjalankan tugas dan pengabdian,” tambah H.E. Setiawan.
Gerakan Nasional Gema Selawat Kebangsaan merupakan program syiar spiritual yang dilaksanakan melalui jejaring Penerangan Agama Islam Kemenag. Kegiatan dapat dilaksanakan secara mandiri maupun berjamaah, baik secara luring maupun daring, di berbagai tempat termasuk masjid, musala, pesantren, instansi KUA, kampus dan perkantoran.
Salah satu agenda utama gerakan ini adalah pembacaan kitab Dalā’il al-Khayrāt karya Imam Abu Abdillah Muhammad bin Sulaiman al-Jazuli yang dilakukan secara bertahap hingga khatam. Rangkaian kegiatan juga dilengkapi dengan kajian Sirah Nabawi untuk memperdalam keteladanan Rasulullah SAW.
Selain memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW, Gema Selawat Kebangsaan membawa pesan kebangsaan melalui doa untuk keselamatan, persatuan, kedamaian dan keberkahan Indonesia. Gerakan ini juga menjadi ruang untuk mendoakan masyarakat di berbagai daerah yang tengah menghadapi musibah.
Dengan berakhirnya pelaksanaan pada 7 September 2026, KUA Kecamatan Cibadak berharap semangat selawat, persaudaraan dan kepedulian kebangsaan dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Kontributor: KUA Cibadak
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







