Bhayangkara (KEMENAG)
Dinamika tenaga pendidik di lingkungan Raudhatul Athfal (RA) Kabupaten Sukabumi yang kini didominasi generasi muda mendorong PD IGRA Kabupaten Sukabumi mengambil langkah strategis melalui penguatan literasi sejarah organisasi.
Hal ini diwujudkan melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) penyusunan buku sejarah yang berlangsung di Fresh Hotel Sukabumi, Selasa (5/5/2026), sebagai upaya mencegah terjadinya lost generation di kalangan guru RA.
Ketua PD IGRA Kabupaten Sukabumi, Inna Nurfatmawati, S.Pd.I., mengungkapkan bahwa banyak guru generasi Z belum mengenal secara utuh perjalanan dan perjuangan IGRA di masa awal berdirinya.
“Banyak guru Gen Z yang belum memahami apa itu IGRA dan bagaimana perjuangan para senior dahulu. Padahal mereka membangun organisasi ini dengan penuh keikhlasan, tanpa fasilitas memadai,” ungkapnya.
Menurutnya, melalui penyusunan buku sejarah ini, nilai-nilai perjuangan tersebut diharapkan dapat diwariskan secara utuh kepada generasi penerus.
“Kami ingin tidak ada generasi yang kehilangan jejak sejarah. Justru dengan memahami perjuangan masa lalu, guru-guru muda bisa semakin bersemangat dalam mengabdi dan memberikan yang terbaik untuk pendidikan anak usia dini,” tambahnya.
Upaya ini juga menjadi bagian dari penguatan karakter guru RA agar tidak hanya adaptif terhadap perkembangan teknologi, tetapi juga memiliki loyalitas, dedikasi, dan semangat pengabdian yang tinggi.
Dengan demikian, penguatan literasi sejarah ini bukan sekadar dokumentasi, melainkan investasi nilai yang berdampak pada kualitas pendidikan dan pembinaan generasi masa depan secara berkelanjutan.
Kontributor: Ridwan Rismawan
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







