Cicantayan (KEMENAG)
Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Cicantayan memanfaatkan momentum Istiwa A’zam 1448 H sebagai sarana edukasi dan penguatan literasi ilmu falak melalui Pelatihan Rashdul Kiblat di sejumlah pondok pesantren di wilayah Kecamatan Cicantayan. Kegiatan yang dilaksanakan secara bertahap pada 14–17 Juli 2026 ini melibatkan para pengasuh pondok pesantren, santri, serta masyarakat yang memiliki perhatian terhadap ketepatan arah kiblat.
Pelatihan tersebut memadukan penyampaian materi mengenai dasar-dasar penentuan arah kiblat dengan praktik pengukuran secara langsung menggunakan metode Rashdul Kiblat. Melalui metode ini, peserta diajak memahami cara memanfaatkan posisi Matahari ketika berada tepat di atas Ka’bah sebagai acuan untuk memastikan arah kiblat secara akurat. Kegiatan praktik ini sekaligus memperkenalkan ilmu falak sebagai salah satu khazanah keilmuan Islam yang memiliki peran penting dalam pelaksanaan ibadah.
Allah Swt. berfirman, “Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berakal.” (QS. Ali ‘Imran: 190). Ayat tersebut menjadi landasan bahwa pengamatan terhadap fenomena alam merupakan bagian dari ikhtiar memahami kebesaran Allah Swt. sekaligus memanfaatkan ilmu pengetahuan untuk kemaslahatan umat.
Kepala KUA Kecamatan Cicantayan, Yudi Haryadi, S.Ag., M.Si., menyampaikan bahwa momentum Istiwa A’zam menjadi kesempatan yang sangat baik untuk mengenalkan ilmu falak kepada masyarakat, khususnya para santri. “Istiwa A’zam bukan sekadar fenomena astronomi, tetapi juga menjadi media pembelajaran yang menunjukkan bahwa syariat Islam memiliki landasan ilmiah yang kuat. Melalui pelatihan ini, kami berharap para santri memahami pentingnya ketepatan arah kiblat sekaligus semakin mencintai tradisi keilmuan Islam yang terus berkembang mengikuti kemajuan ilmu pengetahuan,” ujarnya.
Antusiasme para peserta terlihat selama pelaksanaan pelatihan, terutama saat praktik pengukuran arah kiblat di lingkungan pondok pesantren. Selain memperoleh pengalaman langsung, para santri juga didorong untuk menyebarluaskan pengetahuan tersebut kepada masyarakat sehingga semakin banyak masjid, musala, dan tempat ibadah yang memiliki arah kiblat sesuai hasil pengukuran yang benar.
Melalui kegiatan ini, KUA Kecamatan Cicantayan menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan keagamaan yang edukatif, profesional, dan berbasis ilmu pengetahuan. Diharapkan, penguatan literasi ilmu falak tidak hanya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai arah kiblat, tetapi juga menumbuhkan semangat belajar dan mengembangkan khazanah keilmuan Islam yang bermanfaat bagi kehidupan umat.
Kontributor: KUA Cicantayan
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







