Sagaranten (KEMENAG)
Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sagaranten mengintegrasikan edukasi Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat dalam pelaksanaan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi calon pengantin yang digelar pada Selasa, 7 Juli 2026, di Aula KUA Kecamatan Sagaranten. Inovasi ini menjadi bagian dari upaya KUA membekali calon pengantin dengan pengetahuan yang komprehensif, tidak hanya mengenai kehidupan rumah tangga yang sakinah, tetapi juga tentang pentingnya memastikan ketepatan arah kiblat sebagai bagian dari kesempurnaan ibadah.
Kegiatan diikuti oleh pasangan calon pengantin dari berbagai desa di Kecamatan Sagaranten. Materi disampaikan oleh Kepala KUA Kecamatan Sagaranten, Hasim Munawar, S.H.I., bersama para Penyuluh Agama Islam dan Tim Kalibrasi Arah Kiblat. Selain memperoleh materi seputar kehidupan keluarga sakinah, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat melalui sesi praktik “Catin Cerdas Kiblat”. Dalam sesi tersebut, calon pengantin diperkenalkan pada cara memverifikasi arah kiblat menggunakan aplikasi yang direkomendasikan Kementerian Agama sehingga dapat diterapkan di rumah masing-masing.
Kepala KUA Kecamatan Sagaranten, Hasim Munawar, mengatakan bahwa pembinaan calon pengantin harus mampu membentuk kesiapan lahir dan batin sebelum memasuki kehidupan berumah tangga. Menurutnya, pemahaman tentang arah kiblat yang benar merupakan bagian dari pembinaan keagamaan yang tidak kalah penting dibandingkan materi perkawinan lainnya.
“Menikah adalah ibadah yang dijalani sepanjang hayat. Karena itu, kami ingin setiap calon pengantin memiliki bekal yang utuh, baik dalam membangun keluarga sakinah maupun dalam menjalankan ibadah dengan benar. Kami berharap para calon pengantin dapat menjadi pelopor Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat di lingkungan keluarganya masing-masing,” ujar Hasyim Munawar.
Penyuluh Agama Islam, Lusi Saadati Ramadan, menjelaskan bahwa sesi “Catin Cerdas Kiblat” dirancang untuk memberikan pemahaman praktis kepada calon pengantin mengenai pentingnya memastikan arah kiblat di rumah. “Rumah tangga yang berkah dimulai dari niat yang baik, hati yang lurus, dan pelaksanaan ibadah yang sesuai tuntunan. Melalui edukasi ini, kami berharap setiap keluarga baru memiliki kesadaran untuk memastikan arah kiblat sebagai bagian dari ikhtiar menyempurnakan ibadah kepada Allah SWT,” tuturnya.
Sebagai penutup kegiatan, para peserta menerima sertifikat Bimbingan Perkawinan sekaligus bibit tanaman sebagai implementasi program Pepeling (Pengantin Peduli Lingkungan). Penyerahan bibit tersebut menjadi simbol komitmen calon pengantin untuk membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah sekaligus memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Melalui integrasi Bimbingan Perkawinan dengan edukasi Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat, KUA Kecamatan Sagaranten terus berinovasi menghadirkan layanan keagamaan yang edukatif, kolaboratif, dan berdampak. Langkah ini diharapkan mampu melahirkan keluarga-keluarga baru yang tidak hanya harmonis dan tangguh, tetapi juga memiliki pemahaman keagamaan yang baik serta berkontribusi dalam menyukseskan Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat.
Kontributor: KUA Sagaranten
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







