Sukalarang (KEMENAG)
Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sukalarang, Rodi Billah, S.H. dan Enung Nurasiah, S.Pd.I., memberikan penyuluhan tentang Rashdul Kiblat kepada jamaah Majelis Taklim Al-Ghozali, Desa Sukamaju, Kecamatan Sukalarang, pada Rabu (1/7/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat menjelang fenomena Rashdul Kiblat atau Istiwa A’zam yang akan terjadi pada 15 dan 16 Juli 2026 pukul 16.27 WIB. Fenomena ini terjadi ketika matahari berada tepat di atas Ka’bah sehingga menjadi momentum terbaik untuk melakukan kalibrasi arah kiblat secara akurat.
Dalam penyampaiannya, para penyuluh menjelaskan bahwa Rashdul Kiblat merupakan metode sederhana dalam ilmu falak yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memastikan ketepatan arah kiblat. Melalui fenomena tersebut, bayangan benda yang berdiri tegak akan menunjukkan arah yang berlawanan dengan posisi Ka’bah, sehingga dapat dijadikan acuan dalam pengecekan maupun penyesuaian arah kiblat masjid, musala, maupun rumah.
Selain membahas aspek astronomi, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai dasar fikih yang menekankan pentingnya menghadap Ka’bah secara tepat sebagai salah satu syarat sah pelaksanaan salat. Materi disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami sehingga jamaah dapat memahami keterkaitan antara ilmu falak dan pelaksanaan ibadah sehari-hari.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik pengukuran dan kalibrasi arah kiblat. Jamaah diajarkan tahapan pelaksanaan Rashdul Kiblat, mulai dari memilih lokasi yang terbuka dan terkena sinar matahari, memasang tongkat atau bandul secara tegak lurus, hingga menarik garis berdasarkan arah bayangan matahari pada waktu yang telah ditentukan.
Antusiasme peserta terlihat dalam sesi tanya jawab dan praktik lapangan. Para jamaah memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi mengenai arah kiblat di tempat ibadah maupun di rumah masing-masing.
Melalui penyuluhan ini, KUA Sukalarang berharap masyarakat semakin memahami pentingnya memastikan ketepatan arah kiblat sebagai bagian dari ikhtiar menyempurnakan ibadah salat. Momentum Rashdul Kiblat yang terjadi dua kali setiap tahun diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat untuk melakukan pengecekan arah kiblat secara mandiri, mudah, dan akurat.
Kontributor: KUA Sukalarang
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







