Cikembar (KEMENAG)
Pagelaran Seni dan Kreativitas Siswa MI Neglasari, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Kamis (25/6/2026), menghadirkan pertunjukan Wayang Ringkang yang diperankan langsung oleh peserta didik kelas VI. Penampilan tersebut menjadi salah satu sajian istimewa sekaligus wujud pelestarian seni dan budaya Sunda di lingkungan madrasah.
Guru Bahasa Arab sekaligus Pelatih Kesenian Sunda MI Neglasari, Jimi Pardiani, menjelaskan bahwa selain mengajarkan Bahasa Arab melalui metode yang menyenangkan, ia juga berupaya mengenalkan budaya daerah kepada peserta didik agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.
Dalam pembelajaran Bahasa Arab, Jimi menerapkan metode nadzom untuk membantu siswa menghafal mufradat. Menurutnya, irama dalam nadzom membuat peserta didik lebih mudah mengingat kosakata sehingga proses belajar menjadi lebih menarik dan menyenangkan.
Pada pagelaran seni tahun ini, MI Neglasari menampilkan Wayang Ringkang yang dimainkan oleh Reyvan Syakir Novoselic, Darish Aiman, Deva Alshaleh, M. Syechan Noval Arizky, dan M. Adli Azzaidan. Seluruh pemain merupakan siswa kelas VI yang telah menjalani latihan secara intensif.
Jimi mengungkapkan bahwa dipilihnya Wayang Ringkang bukan tanpa alasan. Salah seorang siswa, Reyvan Syakir Novoselic, memiliki minat yang tinggi terhadap dunia pewayangan dan bercita-cita menjadi seorang dalang. Ketertarikan tersebut terlihat dari kebiasaannya meminta orang tuanya membelikan wayang golek setiap kali berkunjung ke suatu tempat, berbeda dengan anak-anak seusianya yang umumnya memilih mainan modern.
“Kami merasa bangga melihat masih ada generasi muda yang memiliki kecintaan terhadap seni pewayangan. Melalui pagelaran ini, kami ingin mewadahi minat dan bakat peserta didik sekaligus menghadirkan penampilan yang edukatif, menarik, dan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya,” ujar Jimi.
Ia berharap pembelajaran seni budaya di madrasah tidak hanya menjadi kegiatan ekstrakurikuler, tetapi juga mampu menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya Sunda di kalangan generasi muda.
“Harapan kami, peserta didik semakin mengenal, mencintai, dan melestarikan seni budaya Sunda. Di tengah derasnya arus digitalisasi, nilai-nilai budaya daerah harus tetap dijaga agar tidak luntur dan terus diwariskan kepada generasi berikutnya,” pungkasnya.
Melalui inovasi pembelajaran dan pagelaran seni tersebut, MI Neglasari menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan potensi akademik, seni, dan karakter peserta didik secara seimbang. Selain meningkatkan kompetensi, madrasah juga berperan dalam menjaga kelestarian budaya lokal sebagai bagian dari pendidikan yang berakar pada nilai-nilai kearifan lokal.
Kontributor: MI Neglasari
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







