Sukalarang (KEMENAG)
Dalam rangka memperingati Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas 1448 Hijriah, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sukalarang menyalurkan santunan kepada 43 anak yatim yang berasal dari Desa Sukalarang dan beberapa desa di wilayah Kecamatan Sukalarang, Kamis (25/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor KUA Kecamatan Sukalarang tersebut merupakan bagian dari gerakan nasional Kementerian Agama bertema “Festival Pesan Inklusif dari Jiwa Anak untuk Negeri”. Selain santunan uang tunai sebesar Rp100.000 untuk setiap penerima manfaat, anak-anak yatim juga menerima paket makanan ringan serta perlengkapan sekolah berupa alat tulis.
Kegiatan ini terselenggara berkat kolaborasi berbagai pihak, di antaranya CV Putra Mandiri Selatan, Pa Da Swim Class, dan Pemerintah Desa Sukalarang yang turut memberikan dukungan demi suksesnya pelaksanaan santunan bagi anak-anak yatim.
Dalam sambutannya, Kepala KUA Sukalarang, H. Jamaludin, menjelaskan bahwa tanggal 10 Muharram memiliki nilai historis yang sangat penting dalam perjalanan para nabi dan perkembangan syiar Islam. Momentum tersebut kemudian menjadi pengingat bagi umat Islam untuk memperbanyak amal kebajikan, termasuk berbagi kepada anak yatim.
“Bulan Muharram, khususnya tanggal 10 Muharram, memiliki banyak peristiwa bersejarah dalam perjalanan para nabi. Salah satu tradisi yang berkembang di tengah masyarakat adalah memuliakan dan membahagiakan anak-anak yatim melalui kegiatan Lebaran Yatim. Ini menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian sosial dan menumbuhkan semangat berbagi kepada sesama,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa perhatian terhadap anak yatim merupakan bagian dari ajaran Islam yang harus terus dijaga dan dilestarikan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Sementara itu, perwakilan Pemerintah Desa Sukalarang dalam sambutannya mengingatkan pentingnya menjaga, memelihara, dan memperhatikan kesejahteraan anak-anak yatim. Menurutnya, masyarakat memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan anak yatim mendapatkan hak-haknya serta tumbuh dalam lingkungan yang penuh kasih sayang.
“Islam mengajarkan kita untuk memuliakan anak yatim dan melarang berlaku sewenang-wenang terhadap mereka. Karena itu, kepedulian terhadap anak yatim harus menjadi tanggung jawab bersama, baik pemerintah maupun masyarakat,” ungkapnya.
Suasana penuh kehangatan tampak mewarnai kegiatan tersebut. Senyum bahagia terlihat dari wajah para penerima manfaat yang menerima santunan dan perlengkapan sekolah. Selain membantu kebutuhan pendidikan, bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi anak-anak yatim untuk terus belajar, berprestasi, dan meraih cita-cita.
Melalui kegiatan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas 1448 H ini, KUA Kecamatan Sukalarang bersama para mitra dan masyarakat menunjukkan komitmen untuk terus menumbuhkan kepedulian sosial serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, sejalan dengan semangat Kemenag Berdampak.







