Bhayangkara (KEMENAG)
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi, H. Dadang Ramdani, M.Si., menegaskan pentingnya penyusunan buku sejarah PD IGRA Kabupaten Sukabumi dilakukan secara komprehensif, sistematis, dan berorientasi masa depan.
Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang berlangsung di Fresh Hotel Sukabumi, Selasa (5/5/2026), sebagai bagian dari proses penyusunan sejarah organisasi yang melibatkan para pengurus dan tokoh pendidikan Raudhatul Athfal (RA).
Dalam arahannya, Dadang menekankan bahwa penyusunan sejarah tidak cukup hanya bersifat naratif, tetapi harus mampu menggambarkan perkembangan organisasi secara utuh dari berbagai aspek penting.
“Sejarah harus dipotret secara menyeluruh. Mulai dari perkembangan sumber daya manusia, kondisi sarana prasarana, dinamika kurikulum, hingga pengelolaan anggaran, semuanya perlu terdokumentasi dengan baik,” ujarnya.
Menurutnya, dokumentasi tersebut akan menjadi bahan refleksi sekaligus pijakan dalam merumuskan kebijakan strategis di masa depan. Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan organisasi tidak terlepas dari kemampuan membaca perjalanan masa lalu secara objektif dan terstruktur.
“Buku ini diharapkan menjadi rujukan atau ‘kamus pintar’ bagi generasi penerus dalam memahami arah pengembangan organisasi ke depan,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia mengapresiasi keterlibatan aktif seluruh jajaran PD dan PC IGRA dari 47 kecamatan di Kabupaten Sukabumi yang turut berkontribusi dalam proses penggalian sejarah tersebut.
Dengan pendekatan yang komprehensif ini, penyusunan buku sejarah IGRA diharapkan tidak hanya menjadi dokumentasi, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam memperkuat tata kelola organisasi dan meningkatkan kualitas pendidikan RA secara berkelanjutan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.
Kontributor: Ridwan Rismawan
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







