Warudoyong (KEMENAG)
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi turut mendukung keikutsertaan kafilah Kabupaten Sukabumi dalam Pentas Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI) Jenjang SMP Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026. Dukungan tersebut ditunjukkan melalui kehadiran Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubbag TU) Kemenag Kabupaten Sukabumi, H. Henda, M.Ag., dalam kegiatan pelepasan kafilah yang berlangsung di Pendopo Sukabumi, Jumat (25/9/2026).
Pentas PAI Jenjang SMP Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026 diselenggarakan di Kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung pada 25–26 September 2026. Kegiatan tersebut mengusung tema “Menggali Talenta Islam, Mewujudkan Generasi Berkarakter dan Berprestasi” dan diikuti perwakilan dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat.
Kabupaten Sukabumi memberangkatkan 50 orang yang terdiri atas peserta, guru pembimbing, dan pengawas. Sebanyak 14 siswa dari 12 SMP di Kabupaten Sukabumi menjadi delegasi untuk mengikuti berbagai cabang lomba dalam ajang tersebut. Keikutsertaan ini menjadi bagian dari sinergi antara satuan pendidikan, guru pembimbing, pengawas, dan pemangku kepentingan dalam mendukung pengembangan potensi peserta didik di bidang Pendidikan Agama Islam.
Kontingen Kabupaten Sukabumi mengikuti delapan mata lomba, yaitu Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), Musabaqah Hifzhil Quran (MHQ), Ceramah Islami, Cerdas Cermat PAI, Kaligrafi, Olimpiade PAI, Konten Video Kreatif, dan Poster Digital. Beragam cabang tersebut memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan keagamaan, kreativitas, pengetahuan, dan keterampilan.
H. Henda menyampaikan bahwa Pentas PAI perlu dimaknai lebih luas daripada sekadar kompetisi untuk memperoleh prestasi. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi ruang evaluasi bersama terhadap capaian Pendidikan Agama Islam di Kabupaten Sukabumi.
“Kegiatan ini bukan hanya sekadar ajang untuk melihat prestasi, tapi bagaimana semua pihak ini bisa mengevaluasi dan melihat capaian dari apa yang dilakukan di dunia pendidikan kita di Kabupaten Sukabumi,” ungkap H. Henda.
Ia menjelaskan bahwa capaian dalam ajang tersebut dapat menjadi bahan umpan balik bagi para pemangku kepentingan, pengambil kebijakan, lembaga pendidikan, dan praktisi Pendidikan Agama Islam. Selain itu, Pentas PAI menjadi ruang silaturahmi sekaligus kesempatan bagi peserta untuk mengembangkan kreativitas dan pengalaman.
“Kita jadikan feedback dari sisi capaian prestasi untuk kepentingan para stakeholder, para pengambil kebijakan, serta untuk kepentingan lembaga dan seluruh praktisi pendidikan di Sukabumi, khususnya untuk jenjang PAI di sekolah,” jelasnya.
H. Henda juga mengingatkan agar target prestasi tetap ditempatkan dalam kerangka proses pendidikan. Pengalaman mengikuti kompetisi, menurutnya, harus menjadi bagian dari proses peserta didik untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan.
“Targetnya juara umum, semoga tercapai. Tapi yang lebih penting dari sekadar juara itu, yang terpenting adalah bagaimana anak-anak kita ini harus terus meningkatkan belajar, harus terus belajar, itu yang lebih penting,” pungkasnya.
Melalui keikutsertaan dalam Pentas PAI, Kemenag Kabupaten Sukabumi terus mendorong kolaborasi dan sinergi antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, guru, pengawas, serta praktisi Pendidikan Agama Islam. Ajang tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ruang kompetisi, tetapi juga sarana mengukur capaian, mengembangkan potensi peserta didik, memperkuat kreativitas, serta menjadi bahan evaluasi dalam pengembangan Pendidikan Agama Islam di Kabupaten Sukabumi.
Kontributor: Tim Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







