Parungkuda (KEMENAG)
Penghulu KUA Kecamatan Parungkuda, Amit Fahrudin, S.Sy., memimpin doa pada kegiatan pembubaran panitia peringatan Hari Besar Nasional (PHBN) sekaligus pembentukan panitia Hari Santri Kecamatan Parungkuda Tahun 2026. Kegiatan berlangsung di Aula Kecamatan Parungkuda, Kamis (24/9/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Camat Parungkuda Hasanudin, S.STP., M.Si., Sekretaris Kecamatan Parungkuda Eka Setiawan, S.IP., M.Si., unsur Polsek dan Koramil, TP PKK, UPTD, Puskesmas, para kepala desa se-Kecamatan Parungkuda, Motivator Ketahanan Keluarga (MOTEKAR), Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kelompok Kerja Madrasah Diniyah Takmiliyah (KKMDT), tokoh masyarakat, serta unsur Dalduk dan tamu undangan lainnya.
Dalam kegiatan tersebut, agenda pembubaran panitia PHBN menjadi bagian dari evaluasi dan penyelesaian rangkaian kegiatan sebelumnya. Selanjutnya, forum dilanjutkan dengan pembentukan panitia Hari Santri Kecamatan Parungkuda Tahun 2026 sebagai langkah awal persiapan pelaksanaan rangkaian kegiatan Hari Santri di tingkat kecamatan.
Keterlibatan Penghulu KUA Parungkuda dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari peran KUA dalam membangun sinergi dengan unsur pemerintahan, lembaga keagamaan, dan tokoh masyarakat. Selain menjalankan tugas kepenghuluan, penghulu juga dapat mengambil bagian dalam kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan yang melibatkan berbagai unsur di wilayah kerja.
Amit Fahrudin menyampaikan bahwa keterlibatan KUA dalam kegiatan lintas sektor merupakan bagian dari upaya menjaga silaturahmi dan memperkuat koordinasi dengan berbagai unsur di Kecamatan Parungkuda. Menurutnya, kegiatan Hari Santri dapat menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan sekaligus kebersamaan masyarakat.
“Semoga rangkaian persiapan Hari Santri ini dapat berjalan dengan baik dan melibatkan seluruh unsur yang ada di Kecamatan Parungkuda. Melalui kebersamaan dan koordinasi yang baik, kita dapat menyukseskan kegiatan sekaligus menjaga semangat Hari Santri sebagai bagian dari penghargaan terhadap peran santri dalam kehidupan keagamaan dan kemasyarakatan,” ungkap Amit.
Pembentukan panitia Hari Santri tersebut menjadi langkah awal untuk menyusun koordinasi, pembagian tugas, dan persiapan rangkaian kegiatan di tingkat Kecamatan Parungkuda. Keterlibatan berbagai unsur diharapkan dapat memperkuat kolaborasi sehingga pelaksanaan kegiatan dapat berjalan secara terarah dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Melalui keikutsertaan dalam forum tersebut, KUA Parungkuda terus memperkuat sinergi dengan pemerintah kecamatan, unsur keamanan, lembaga keagamaan, organisasi kemasyarakatan, dan tokoh masyarakat. Kehadiran penghulu dalam kegiatan lintas sektor menjadi bagian dari upaya mendekatkan fungsi pelayanan keagamaan dengan dinamika kehidupan masyarakat di wilayah Kecamatan Parungkuda.
Kontributor: KUA Parungkuda
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







