Cicantayan (KEMENAG)
Di tengah dinamika tugas pembinaan umat yang menuntut kehadiran fisik dan kedekatan batin dengan masyarakat, Penyuluh Agama Islam di lingkungan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, Senin (3/8/2026) tetap menunjukkan komitmennya terhadap tertib administrasi. Setiap kegiatan harian yang dilaksanakanmulai dari bimbingan keagamaan, penyuluhan di majelis taklim, pendampingan keluarga, hingga fasilitasi moderasi beragama di tengah masyarakat. Kegiatan yang telah dilaksanakan dicatat dan dilaporkan secara berkala melalui Sistem Informasi Penyuluh Agama (SI-EPA).
Kehadiran SI-EPA menjadi bukti bahwa modernisasi tata kelola tidak pernah bertentangan dengan semangat pengabdian. Justru sebaliknya, sistem digital ini menjadi instrumen yang menjembatani antara kerja-kerja lapangan yang bersifat humanis dengan prinsip akuntabilitas yang menjadi tuntutan zaman. Penyuluh agama tidak lagi sekadar hadir dan berbicara di hadapan umat, tetapi juga mendokumentasikan setiap jejak dakwah dan pembinaan sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada negara dan masyarakat.
“Mengisi SI-EPA bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan cara kami merawat ingatan atas apa yang telah dikerjakan untuk umat,” demikian kira-kira semangat yang tercermin dari keseharian Muhammad Syahril Fitri, SH., Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Cicantayan. Setiap laporan yang diinput, baik itu kegiatan penyuluhan langsung di majelis taklim, konsultasi keagamaan warga, maupun kegiatan lintas sektoral bersama pemerintah desa merupakan potret nyata dari kerja sunyi yang selama ini menjadi tulang punggung pembinaan umat beragama di wilayah Cicantayan.
Ketertiban administrasi melalui SI-EPA juga menegaskan bahwa profesi penyuluh agama terus bertransformasi mengikuti tuntutan tata kelola pemerintahan berbasis data. Data yang terekam secara sistematis memungkinkan pemetaan kebutuhan pembinaan umat menjadi lebih akurat, sekaligus menjadi dasar evaluasi dan perumusan kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Konsistensi ini menjadi teladan bahwa nilai keikhlasan dalam berdakwah dapat berjalan seiring dengan disiplin administratif yang modern. Di balik setiap entri data yang tercatat rapi dalam SI-EPA, tersimpan kisah pengabdian: langkah kaki menyusuri desa, tutur kata yang menyejukkan hati, serta harapan agar umat semakin arif dalam beragama dan berbangsa.
Dengan semangat tersebut, para penyuluh agama tidak hanya menjadi juru dakwah, tetapi juga pencatat sejarah kecil pembangunan umat yang kelak menjadi data besar bagi kemaslahatan bersama.
Kontributor: KUA Cicantayan
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







