Cicantayan (KEMENAG)
Penghulu KUA Cicantayan, Aditya Nurqodar, S.Ag., memanfaatkan metode Tepuk RQQ (Remaja Qeren Qur’ani) dalam kegiatan pembinaan pada Jumat, 16 Oktober 2026. Metode ini menjadi salah satu cara untuk membangun suasana belajar yang lebih interaktif sekaligus menumbuhkan ketertarikan peserta terhadap nilai-nilai Al-Qur’an.
Melalui kegiatan yang melibatkan gerakan dan pengulangan tersebut, peserta diajak mengikuti pembelajaran dengan suasana yang menyenangkan. Pendekatan seperti ini dapat membantu penyampaian pesan keagamaan agar lebih mudah diingat, terutama oleh peserta usia sekolah.
Aditya menyampaikan bahwa metode pembelajaran yang menarik dapat menjadi sarana untuk mendekatkan peserta kepada nilai-nilai Al-Qur’an.
“Pembelajaran agama perlu disampaikan dengan cara yang sesuai dengan usia peserta. Melalui kegiatan yang interaktif, pesan keagamaan diharapkan lebih mudah diingat dan mendorong peserta untuk semakin mencintai Al-Qur’an,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya KUA Cicantayan menghadirkan pembinaan keagamaan yang komunikatif dan dekat dengan dunia peserta. Dengan pendekatan tersebut, nilai-nilai Al-Qur’an diharapkan dapat semakin dikenal dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
📝 Kontributor: KUA Cicantayan ✍️ Editor: Dindin M 📸 Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







