Sukalarang (KEMENAG)
Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sukalarang terus mengintensifkan sosialisasi Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat dengan menyasar lingkungan pendidikan. Pada Senin (13/7/2026) pukul 11.00 WIB, tiga Penyuluh Agama Islam KUA Sukalarang, yakni Ahmad Muayyad, S.H., Rodi Billah, S.H., dan Enung Nurasiah, S.Pd.I., melaksanakan sosialisasi Rashdul Kiblat kepada para guru di SMP Negeri 2 Sukalarang.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman para pendidik mengenai pentingnya memastikan ketepatan arah kiblat melalui fenomena Rashdul Kiblat yang akan berlangsung pada 15 dan 16 Juli 2026 pukul 16.27 WIB. Selain sebagai bentuk dukungan terhadap Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat, sosialisasi juga mendorong sekolah untuk memanfaatkan fenomena tersebut sebagai media pembelajaran yang aplikatif.
Dalam pemaparannya, para penyuluh menjelaskan bahwa Rashdul Kiblat merupakan contoh pembelajaran kontekstual yang dapat diintegrasikan ke berbagai mata pelajaran. Pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), siswa dapat mempraktikkan secara langsung salah satu syarat sah salat, yakni menghadap kiblat, melalui pendekatan ilmu falak. Sementara pada mata pelajaran IPA atau Fisika, fenomena ini menjadi contoh nyata materi gerak semu Matahari, pembentukan bayangan, dan astronomi dasar.
Selain itu, materi Rashdul Kiblat juga dapat dikaitkan dengan pelajaran IPS atau Geografi melalui pembahasan koordinat bumi, letak astronomis, serta perbedaan zona waktu antara Indonesia dan Arab Saudi. Pada mata pelajaran Matematika, guru dapat memanfaatkannya untuk menjelaskan konsep geometri dan pengukuran sudut secara praktis.
Kepala KUA Sukalarang, H. Jamaludin, menyampaikan apresiasi atas antusiasme para guru dalam mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara KUA dan lembaga pendidikan menjadi langkah strategis untuk memperluas edukasi kepada masyarakat. “Fenomena Rashdul Kiblat tidak hanya penting dalam memastikan ketepatan arah kiblat, tetapi juga memiliki nilai edukatif yang dapat diintegrasikan dalam proses pembelajaran di sekolah. Kami berharap para guru dapat mengajak siswa berpartisipasi aktif mengamati dan memverifikasi arah kiblat musala sekolah sebagai bagian dari Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, KUA Sukalarang berharap sekolah-sekolah di wilayah Kecamatan Sukalarang dapat menjadi pelopor dalam menyukseskan Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat sekaligus menghadirkan pembelajaran yang kontekstual, ilmiah, dan bernilai keagamaan bagi para peserta didik.
Kontributor: KUA Sukalarang
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







