Ciracap (KEMENAG)
Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Ciracap, Slamet Rusyadi, menghadiri musyawarah persiapan Hari Lahir (Harlah) Karang Taruna ke-66 Kecamatan Ciracap yang dilaksanakan di Desa Gunungbatu, Kecamatan Ciracap, Sabtu (29/8/2026).
Musyawarah tersebut dihadiri Kepala Desa Gunungbatu, H. Suhendar; Ketua Karang Taruna Kecamatan Ciracap, Eji Saroji; perwakilan BPD; perwakilan Kecamatan Ciracap; serta para Ketua Karang Taruna Desa se-Kecamatan Ciracap. Pertemuan membahas berbagai persiapan dan koordinasi terkait pelaksanaan Harlah Karang Taruna ke-66 yang akan dipusatkan di Desa Gunungbatu.
Kehadiran Penyuluh Agama Islam KUA Ciracap dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas pembinaan masyarakat sekaligus upaya memperkuat komunikasi dan sinergi dengan berbagai unsur kemasyarakatan, termasuk organisasi kepemudaan. Karang Taruna dinilai memiliki posisi strategis dalam mengembangkan potensi generasi muda melalui berbagai kegiatan sosial, kemasyarakatan, dan pemberdayaan.
Slamet Rusyadi menyampaikan bahwa penyuluh agama tidak hanya berperan dalam menyampaikan materi keagamaan, tetapi juga perlu membangun komunikasi dengan berbagai unsur masyarakat sebagai bagian dari pembinaan umat.
“Kegiatan seperti ini menjadi ruang yang baik untuk memperkuat silaturahmi dan komunikasi. Karang Taruna memiliki peran penting dalam menggerakkan potensi generasi muda. Kami dari KUA Ciracap siap membangun sinergi dalam kegiatan positif yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk dalam pembinaan nilai-nilai keagamaan dan sosial,” ujar Slamet Rusyadi.
Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga kehidupan sosial yang harmonis. Karena itu, kolaborasi antara penyuluh agama, pemerintah, dan organisasi kepemudaan perlu terus dibangun agar kegiatan yang dilaksanakan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Kami berharap momentum Harlah Karang Taruna ini dapat menjadi sarana memperkuat semangat kebersamaan, kepedulian sosial, dan kontribusi generasi muda bagi lingkungan. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat pembinaan masyarakat yang terus dilakukan oleh Penyuluh Agama Islam,” tambahnya.
Kepala KUA Ciracap, H. Sulaeman Jamal, S.Ag., menyampaikan bahwa keterlibatan penyuluh dalam kegiatan kemasyarakatan merupakan bagian penting dari upaya mendekatkan layanan dan pembinaan keagamaan kepada masyarakat.
“Penyuluh merupakan bagian dari KUA yang memiliki tugas untuk hadir di tengah masyarakat. Membangun komunikasi dengan unsur kepemudaan seperti Karang Taruna menjadi salah satu bentuk sinergi yang penting dalam mendukung pembinaan masyarakat,” ungkapnya.
Melalui musyawarah tersebut, persiapan Harlah Karang Taruna ke-66 diharapkan dapat berjalan secara terkoordinasi dan melibatkan berbagai unsur masyarakat. Sinergi yang terbangun juga diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara KUA, Karang Taruna, pemerintah, dan masyarakat dalam kegiatan sosial serta keagamaan.
Kehadiran Penyuluh Agama Islam KUA Ciracap dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk terus memperkuat pembinaan masyarakat, membangun jejaring sosial, serta mendorong keterlibatan generasi muda dalam berbagai kegiatan yang positif, religius, dan bermanfaat bagi lingkungan.
Kontributor: KUA Ciracap
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







