Cidahu (KEMENAG)
Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Cidahu melaksanakan kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan Keagamaan di Majelis Taklim Asshomadiyah, Kampung Kerenceng RT 01/RW 05, Desa Pondokaso Tengah, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Rabu (2/9/2026).
Kegiatan tersebut mengangkat tema “Pentingnya Menjaga Kerukunan Umat Beragama”, baik dalam konteks kerukunan intern umat beragama maupun kerukunan antarumat beragama. Materi disampaikan sebagai bagian dari upaya Penyuluh Agama Islam memberikan edukasi keagamaan sekaligus memperkuat kehidupan masyarakat yang harmonis, damai, dan saling menghormati.
Bimbingan dan penyuluhan dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Cidahu, yaitu Saeful Hilal, S.Pd.I., Zulfiqri Sonis Rahmana, S.Ag., Muhamad Ghozali, S.Th.I., Asep Rival Munawar, Lc., Iyan Agyar, S.Pd.I., dan H. Yusuf Subaekah, S.Pd.I.
Dalam penyuluhannya, jamaah diberikan pemahaman bahwa kerukunan merupakan salah satu fondasi penting dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan harmonis. Kerukunan tidak hanya berkaitan dengan hubungan antarumat beragama, tetapi juga perlu dibangun di lingkungan internal umat beragama dengan mengedepankan sikap saling menghargai.
“Kerukunan harus dimulai dari lingkungan terdekat. Di antara sesama umat Islam, kita perlu menjaga ukhuwah, menghargai perbedaan dalam persoalan yang bersifat furu’iyah, serta menghindari sikap saling menyalahkan. Dalam kehidupan bermasyarakat, kita juga perlu menghormati pemeluk agama lain dan menjaga hubungan sosial yang baik,” ungkap Penyuluh Agama Islam KUA Cidahu.
Para jamaah juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menerapkan sikap toleransi dalam kehidupan bermasyarakat. Toleransi dapat diwujudkan dengan saling menghormati, memberikan ruang kepada setiap pemeluk agama untuk menjalankan keyakinan dan ibadahnya, serta membangun kerja sama dalam berbagai persoalan sosial dan kemasyarakatan.
Penyuluh Agama Islam menekankan bahwa perbedaan agama maupun perbedaan pandangan keagamaan tidak seharusnya menjadi sumber perpecahan. Dalam kehidupan sosial, perbedaan perlu disikapi dengan kedewasaan, saling menghormati, dan mengedepankan persaudaraan serta nilai-nilai kemanusiaan.
Jamaah juga diajak menjadi bagian dari upaya menjaga suasana kehidupan masyarakat yang kondusif. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menghindari penyebaran informasi yang berpotensi menimbulkan konflik, tidak mudah terprovokasi, serta mengedepankan tabayun dalam menyikapi berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat.
Menurut Penyuluh Agama Islam KUA Cidahu, majelis taklim memiliki peran strategis dalam membangun pemahaman keagamaan yang tidak hanya berorientasi pada aspek ibadah, tetapi juga membentuk sikap dan perilaku sosial yang mencerminkan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin.
“Pemahaman agama hendaknya melahirkan sikap yang membawa kedamaian. Semakin baik pemahaman keagamaan seseorang, semestinya semakin baik pula hubungan dan kepeduliannya terhadap sesama,” ungkapnya.
Kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan Keagamaan di Majelis Taklim Asshomadiyah diharapkan dapat meningkatkan kesadaran jamaah tentang pentingnya menjaga kerukunan, baik di antara sesama umat Islam maupun dengan pemeluk agama lain.
Melalui kegiatan tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Cidahu terus berupaya hadir di tengah masyarakat untuk memberikan edukasi keagamaan, memperkuat nilai-nilai moderasi beragama, serta mendorong terciptanya kehidupan masyarakat yang rukun, damai, toleran, dan harmonis dalam keberagaman.
Kontributor: KUA Cidahu
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







