Sukabumi (KEMENAG)
Upaya memperluas jangkauan sosialisasi Indonesia Berkiblat: Gerakan Nasional 1.448.000 Rashdul Kiblat terus dilakukan melalui berbagai pendekatan. Tidak hanya di lingkungan satuan pendidikan dan forum keagamaan, sosialisasi juga menjangkau ruang publik sebagai media edukasi kepada masyarakat. Salah satu upaya tersebut dilakukan oleh Pengawas Madrasah Aliyah Kecamatan Ciracap, Ucu Setiabudi, yang menyosialisasikan program Indonesia Berkiblat kepada masyarakat di kawasan wisata OASIS, Jalan Mayor Mahmud, Desa Sukajaya, Kabupaten Sukabumi, Ahad (5/7/2026).
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Indonesia Berkiblat yang diselenggarakan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Ciracap. Dengan pendekatan yang komunikatif, Ucu Setiabudi memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya memastikan ketepatan arah kiblat sebagai bagian dari penyempurnaan ibadah.
Dalam penyampaiannya, Ucu Setiabudi menjelaskan bahwa Indonesia Berkiblat: Gerakan Nasional 1.448.000 Rashdul Kiblat merupakan program Kementerian Agama yang bertujuan meningkatkan literasi masyarakat mengenai pentingnya memastikan ketepatan arah kiblat di rumah, masjid, musala, madrasah, pondok pesantren, dan tempat ibadah lainnya melalui pemanfaatan fenomena Rashdul Kiblat atau Istiwa A’zham.
Ia mengajak masyarakat memanfaatkan fenomena Rashdul Kiblat yang akan terjadi pada Rabu dan Kamis, 15–16 Juli 2026 pukul 16.27 WIB untuk melakukan pengecekan arah kiblat secara mandiri. Selain itu, masyarakat juga didorong segera melakukan registrasi akun Indonesia Berkiblat paling lambat 10 Juli 2026 sebagai bentuk partisipasi dalam Gerakan Nasional 1.448.000 Rashdul Kiblat.
Tidak hanya menyampaikan materi sosialisasi, Ucu Setiabudi juga mendampingi masyarakat dalam proses registrasi akun Indonesia Berkiblat melalui telepon genggam masing-masing. Pendampingan tersebut mendapat sambutan positif karena memudahkan peserta memahami tahapan pendaftaran sekaligus bergabung sebagai bagian dari gerakan nasional tersebut.
Ucu Setiabudi mengatakan bahwa setiap kesempatan dapat dimanfaatkan untuk menghadirkan edukasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Indonesia Berkiblat merupakan gerakan bersama untuk meningkatkan kesadaran umat dalam memastikan ketepatan arah kiblat. Melalui sosialisasi ini, kami berharap masyarakat tidak hanya memahami tata cara pengecekan arah kiblat, tetapi juga berpartisipasi aktif dengan melakukan registrasi serta mengajak keluarga dan lingkungan sekitarnya menyukseskan gerakan ini,” ujarnya.
Salah seorang pengunjung, Syifa Nurlyta, mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Pakuan (UNPAK) Bogor, mengaku memperoleh wawasan baru setelah mengikuti sosialisasi tersebut. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat relevan dan mudah dipahami oleh masyarakat.
“Selain mengedukasi tentang cara menentukan arah kiblat secara syar’i, sosialisasi ini juga sangat bermanfaat untuk menjaga keabsahan salat umat Islam. Saya berharap semakin banyak masyarakat yang mendapatkan edukasi seperti ini agar semakin yakin terhadap arah kiblat yang digunakan dalam beribadah,” tuturnya.
Melalui pemanfaatan ruang publik sebagai media edukasi, sosialisasi Indonesia Berkiblat diharapkan mampu menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat. Pendekatan yang adaptif ini menjadi bagian dari ikhtiar Kementerian Agama dalam meningkatkan literasi keagamaan sekaligus mendorong partisipasi aktif masyarakat untuk memastikan ketepatan arah kiblat sebagai bagian dari penyempurnaan kualitas ibadah.
Kontributor: Pokjawas
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







