Cisolok (KEMENAG)
Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Cisolok turut berpartisipasi dalam kegiatan observasi penanggulangan kasus stunting pada balita usia 0–59 bulan yang dilaksanakan di Desa Caringin, Kecamatan Cisolok, Selasa (28/7/2026). Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya Puskesmas Cisolok, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dalduk), Forkopimcam Cisolok, pemerintah desa, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya sebagai bentuk sinergi percepatan penurunan stunting.
Berdasarkan hasil pemantauan, jumlah balita yang terindikasi stunting di Desa Caringin mengalami penurunan yang cukup signifikan, dari sebelumnya 68 anak menjadi 37 anak. Capaian tersebut menjadi indikator positif atas kolaborasi berbagai pihak dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak serta pemenuhan gizi di masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Cisolok, Dendi, S.Ag., turut memberikan sambutan, doa, dan arahan kepada peserta. Ia menekankan bahwa pencegahan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi memerlukan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, keluarga, dan pemerintah desa.
“Pencegahan stunting harus dimulai dari kesadaran bersama. Keluarga perlu memperhatikan pola asuh, pemenuhan gizi, serta pendidikan kesehatan sejak dini. Melalui pembinaan keagamaan, kami juga terus mengajak masyarakat untuk menjaga amanah Allah berupa kesehatan anak sebagai generasi penerus bangsa,” ujar Dendi.
Kepala KUA Kecamatan Cisolok, H. Lihwana, mengapresiasi keterlibatan Penyuluh Agama Islam dalam mendukung program percepatan penurunan stunting. Menurutnya, penyuluh agama memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi kepada masyarakat melalui pendekatan keagamaan sehingga pesan-pesan tentang pentingnya kesehatan keluarga dapat diterima dengan lebih baik.
“KUA siap mendukung program pemerintah dalam percepatan penurunan stunting melalui pembinaan kepada masyarakat. Sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, penyuluh agama, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan generasi yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing,” ujar H. Lihwana.
Melalui kolaborasi yang terus diperkuat, KUA Kecamatan Cisolok berkomitmen mendukung berbagai program pembangunan di bidang kesehatan, khususnya dalam upaya menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan terbebas dari stunting sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang unggul.
Kontributor: KUA Cisolok
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







